L D R

Tentu saja. LDR yang saya maksud di sini adalah Long Distance Relationship, yaitu [sederhananya adalah] hubungan jarak jauh antara dua orang kekasih. Dan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjalin hubungan seperti ini.

Alkisah, ada seorang kawan yang saat ini berdomisili di Jakarta. Beliau menikah sudah hampir setahun yang lalu, dan hebatnya, beliau berjauhan dengan sang kekasih. Jauh sekali. Ditinggal seminggu setelah menikah. Pacar beliau itu bekerja di daerah Timur Tengah. Sungguh hebat. Bertemu hanya melalui telepon atau internet. Dan yang lebih hebat lagi, mereka hanya bertemu saat idul fitri kemarin.

Kawan saya tersebut sering berkunjung pada saya di Bandung ini, pada saat weekend. Dan dengan senang hati, saya mengantarnya keliling –keliling belanja segala macam untuk dibawa ke Jakarta. Beliau berkata, “jadi single lagi nih, sekarang”. Saya hanya bisa mengaminkan saja.

Tapi, ketika saya baru pertama mengetahui kondisinya itu, saya sempat kaget . Ditinggal seminggu setelah menikah?! Dan bodohnya saya adalah, saya tidak bisa mengontrol omongan sehingga spontan mengeluarkan pertanyaan paling bodoh sedunia.

Saya histeria, “Jadi belum melakukannya?!”. Saya benar –benar dijewer dan digebuk habis oleh kawan saya tersebut. “Mikir apa sih? Kok itu yang ditanyakan?! Lha itu bukan hal yang perlu diketahui oleh isma kan?!” dan bla bla bla, saya diceramahin. Saya sampai menyembah –nyembah meminta maaf. Aduh, benar –benar keseleo lidah  >_<’ . Padahal sebetulnya bukan itu maksud saya.

Tetapi menurut saya, beliau adalah tipikal wanita yang sering membuat saya heran dan keseleo lidah. Mungkin, saya tidak begitu memahami bagaimana beratnya menjalani hubungan jarak jauh dengan suaminya. Tetapi apapun itu, saya selalu melihatnya baik –baik saja, dan saya berharap beliau akan selalu begitu.

Kadang, saya bertanya “apa ngga kangen?”, atau “eh suka sms –sms-an romantis ga sih?”. Benar –benar bodoh. Dan beliau sudah pasti akan menggetok kepala saya dengan keras. Maaf, karena kadang –kadang saya memang bertanya hal –hal yang tidak penting seperti itu. Tapi rasa ingin tahu membuat saya keceplosan terus.

Beliau adalah perempuan yang tangguh. Begitulah. Menjalani kehidupan yang keras dan penuh tantangan, dengan tetap sabar tanpa sang kekasih di sisinya. Mungkin, yang saya bayangkan adalah kehidupan romantik a la cerita dongeng, dan khayalan –khayalan tentang dua orang dimabuk kangen yang menye –menye. Ya, hal –hal seperti itulah. Dan itu tidak ada dalam kamus beliau. Atau mungkin saya yang tidak pernah mengetahuinya. Karena selama beliau bersama saya saat menghabiskan weekend di Bandung, saya hampir tak pernah dicuekin. Biasanya berada bersama orang yang sudah menikah atau punya pacar, pasti banyak telepon –telepon dari sang kekasih tersebut. Tapi beliau benar –benar berbeda.

Satu hal penting yang saya pelajari dari beliau adalah, saat beliau ditanya, “kok bisa LDR seperti itu?”. Beliau hanya tersenyum lembut. Menurutnya, secinta apapun kita pada suami kita, tapi dia tetaplah dia. Kita tidak harus mencintainya secara berlebihan (baca:  terlalu mencintai) karena nantinya akan sulit untuk berpisah. Sejatinya kita akan selalu berpisah dengan siapapun, pada saatnya nanti. Dia (sang suami) adalah tetap milik Tuhannya dan milik dirinya sendiri.

Ini membuat saya berpikir lama, dan tiba –tiba berkata pada kawan saya itu, “ingin LDR juga”. Beliau tertawa, “ada –ada saja”.

Oh ya, ada sebuah lagu antik yang akan saya persembahkan untuk kawan saya tersebut. Sepertinya sangat cocok. Lagu sunda. Silakan dinikmati.

Kabogoh Jauh

[Darso]

Boga kabogoh jauh, meuntas laut leuweung gunung

Lamun malem mingguan, mojok via sms-an

Kuring di Indonesia, manehnya di Timur tengah [aslinya: kuring di pulau Jawa, manehna Pulau Sumatera:mrgreen: ]

Tapi apel teu bingung, cukup halo na telepon

Jelema palinter, dunya beuki maju

Najan urang pajauh, bisa ngobrol unggal waktu

Via sms-an atawa nelepon

Kajeun pulsa kabobolan

Nu penting mah bisa ngobrol jeung manehna

Versi Indonesia :

Kekasih Jauh

Punya kekasih jauh, melintasi laut, hutan, gunung

Setiap malam mingguan, berduaan via sms

Saya di Indonesia, si dia di Timur Tengah [aslinya: saya di pulalu Jawa, dia di Pulau Sumatera]

Tapi apel tidak bingung, cukup halo saja di telepon

Manusia pada pintar, dunia semakin maju

Walaupun kita berjauhan, bisa ngobrol setiap waktu

Via sms atau telepon

Biarpun pulsa kebobolan

Yang penting bisa ngobrol dengan si dia

 

Euh, bener ga ya translate-nya:mrgreen:

*dihajar beliau*

[gambar dari sini]

 

 

 

12 thoughts on “L D R

  1. wew, buat apa awet tapi rajet? yang pnting mah, gimana pun jaraknya, kata temen saya sih ya, yaitu komunikasi dan finansial katanya klo LDR itu… maksudnya lebih mandiri lah dalam finansial juga

    Like

  2. Saya histeria, “Jadi belum melakukannya?!”. Saya benar –benar dijewer dan digebuk habis oleh kawan saya tersebut. “Mikir apa sih? Kok itu yang ditanyakan?! Lha itu bukan hal yang perlu diketahui oleh isma kan?!

    Ya iyalah.😆

    ada sebuah lagu antik yang …

    Lagu antik kok ada sms-nya?😕

    Like

  3. *cuekin lambrtz*

    –zephyr–
    mengalami jugakah? ^_^

    –mizzy–
    haeuh..mizzy toh?
    wah, klo satu kota kyknya bukan LDR deh…kan namanya juga jarak jauh, sekota mah msh bisa ketemu sering2 dong

    Like

  4. LDR …? ( Light Dependent Resistor )
    .
    adalah jenis resistor yang nilai resistansinya berkurang seiring dengan bertambahnya intensitas cayaha.
    .
    wah berasa De Ja Vu nih😆
    .
    [/lospokus]
    .
    ooh ternyata LDR yang ntuh ya….😆
    .
    sebenarnya jauh atau dekat itu sangatlah relatif😎
    .
    ini teh terkait dengan relationship antar body atau antar hati nih…?:mrgreen:
    .
    meskipun itu antar bodi atau antar hati tetep saja keduanya mutlak relatif, sebab terkait dengan banyak faktor n variabel depensi😀
    .
    bisa saja dua orang itu berjarak 1 meter tapi tetep saja pada kenyataannya keduanya menjalin hubungan jarak jauh, jika yang satu hatinya di kutub utara sedangkan yang satunya lagi hatinya di kutub selatan.
    .
    itu sama artinya menjalin hubungan tanpa ada keterpaduan sama sekali atau paharere hirup 😆, nah yang kayak gini tuh bukannya surga yg di raih malah neraka yg di dapat😆 , dan siaplah awet rajet , itu sih kata orang.😆
    .
    bisa saja ada kejadian bahwa si A di Bandung dan si B di Afrika dikatakan very close relationship jika faktor hati dan teknologi memegang peran dominan di sana.
    .
    bukankah hati itu bisa membuat sesuatu yang sangat jauh bisa menjadi seolah tak berjarak samasekali…?
    .
    dan bukankah dengan hati juga bisa membuat sesuatu yg begitu dekat menjadi sangat jauh bahkan seolah gak ada…?
    .
    inilah mungkin salahsatunya keajaiban hati yang masih menjadi misteri
    .

    Kuring di Indonesia, manehnya di Timur tengah

    .
    jadi merasa kesindir nih hehe..hehe..😕

    Like

  5. –kang Gembel–
    hehe.. rasanya lebih refer ke hubungan antarbody ya?:mrgreen:
    ya, tapi betul juga itu kang. Yang penting mah hati, sejauh apapun jarak fisik, tapi kalau hati menyatu dan terpaut, akan selalu terasa dekat.

    tapiii… real-nya, hati juga harus dibarengi dengan fisik kan? ya maksudna melihat si dia langsung, memegang tangannya, jalan bareng… itu akan menimbulkan efek kebahagiaan yang berbeda kan? karena seni relationship-nya pasti beda juga, apalagi dengan media teknologi semacam hp atau net.

    eh-eh…kesindir ? wah jangan -jangan, jangan -jangan… *mencurigai identitas gembel*

    –desti–
    iya sy jg salut sama beliau. tegar !

    Like

  6. Sependekk yg saya tahu, LDR itu efeknya bisa mengerikan sekali jika salah satu tidak menganggap janji sebagai sesuatu yang harus dipegang dan ditepati.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s