Sehat

Beberapa waktu lalu, saya pernah mengantar adik angkat saya memeriksakan kakinya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Karena hari minggu, jadi kita mendaftar di bagian Unit Gawat Darurat (UGD). Sebetulnya adik saya itu terkilir kakinya, dan cukup parah karena bengkaknya sangat besar, nyaris tak dapat berjalan.

Tetapi alhamdulillah, dia tak apa –apa. Setelah menjalani pemeriksaan oleh tiga orang dokter dan di rontgen, dokter menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tetapi, berkunjung ke rumah sakit selalu membuat saya trenyuh. Perasaan saya penuh membuncah, sedih sekaligus miris. Dalam hati saya berkata –kata, ya Alloh, alhamdulillah bahwa diri saya masih utuh, dan secara physically saya merasa sehat.

Di ruangan UGD itu, berjejer orang –orang yang bermacam –macam rupa fisiknya. Kenapa begini, pikir saya. Kenapa berjejer begini, saya pikir mereka berada dalam kamar/ ruangan sendiri –sendiri sehingga tidak tampak begitu memprihatinkan. Saya memang jarang ke UGD sih, jadi saya merasa heran juga.

Ada seorang lelaki badannya penuh tattoo dan seluruh tangannya diikat. Dia meronta –ronta hendak melepaskan diri. Dan kulitnya berdarah –darah. Aduh..saya tak tahan melihat darah. Rasanya ingin muntah waktu itu. Kenapa ya dia, saya tak sempat bertanya –tanya. Sepertinya mentalnya kurang sehat, ataukan dia sedang sakau? Saya kurang tahu.

Ada juga seorang remaja perempuan yang baru datang ke ruangan UGD. Saya ingat sekali, dia memakai kutek berwarna pink (saya suka pink!). Dia masih amat muda, memakai pakaian bagus seperti baru pergi jalan –jalan. Dia tak bergerak, mungkin pingsan. Wajah dan kakinya penuh darah, bahkan sampai ada bagian kulitnya yang mengelupas. Sepertinya dia baru mengalami kecelakaan. Mulutnya di sumpal kapas untuk menghentikan pendarahannya.

Dan, ada juga seorang bayi mungil di incubator. Dia keciiiiil sekali seperti baru dilahirkan. Dia tak bergerak, tapi dadanya masih bergerak turun naik. Ya Alloh, dia masih hidup !!! wajahnya kebetulan menghadap ke arah saya. Beberapa selang infus tersambung di hidung dan mulutnya. Tuhanku, dia masih begitu kecil. Apa dia merasa sakit? Apa dia ingin menangis? Wajahnya begitu polos, tapi kasihan, sepertinya sedang merasakan sesuatu.

Saya jadi ingin menangis.

Tak tahan rasanya, akhirnya saya segera keluar dari ruangan itu.

Di luar, saya terdiam lama. Semoga Alloh memberikan orang –orang ini kesabaran dan kesembuhan dari segala rasa sakit.

Kadang kita ini, yang masih sehat dan segar bugar, kadang malah menyakiti diri sendiri. Musibah yang datang sehingga membuat kita sakit, memang tak dapat kita elakkan. Namun sepanjang kita masih bisa menjaga kondisi tubuh kita, sebaiknya lah kita menjaganya pula.

Sebab jika kita sehat, maka kita bisa berkarya dan beramal dengan segenap hati kita.

 

 

 

6 thoughts on “Sehat

  1. bukankah dari “sakit” kita jadi lebih menghargai “sehat”? dari sesuatu yang “tak normal” kita jadi mensyukuri ke”normal”an? walau kadang terasa tak adil memang. Dulu sekali saya pernah berdoa, “Tuhan, jika Kau Maha Kasih, tolong jangan ada org cacat atau sakit di muka bumi, apalagi dari kalangan tak berpunya” tapi tak lama, saya ralat lagi doa saya. Karna…….

    ah sudahlah, kok malah curhat😳 tapi ya itu td intinya, ada dua sisi dalam setiap fenomena. yang pasti, tak ada yang percuma, karna Tuhan tak bermain dadu dalam menuliskan takdir umatnya. at least, itu yg saya yakini adanya😉

    Like

  2. Iya, sehat itu nikmat tak terkira. Ah, sekarang, mumpung lagi sehat, berbuat sebanyak-banyaknya demi hal-hal baik. (‘0’)/

    Tapi, tak mengelakkan, bahwa para dokter yang kerja di sana, bagi mereka, jiwa-jiwa yang tulus, maka berlimpah sekali pahala buat mereka.🙂

    Like

  3. –Lumi–
    karena semua perlu belajar, iya kan? ^^

    –snowie–
    semangat ya mbak!
    iya, kadang seperti sepele dan jarang terpikirkan, tapi bisa menjadi hal yang besar😀

    -mbak vicky–
    wah, betul juga tuh

    Like

  4. Orang sakit memang diperlukan dalam kehidupan ini.
    Minimal untuk menjaga kesinambungan rumah sakit, sekolah kedokteran, perusahaan farmasi, penelitian mikrobiologi dan lain-lain.
    Kalau ngga ada yang sakit kan kasihan mereka-mereka itu. *halah*

    Salam.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s