Bukan Bidadari Surga

Saya selalu membayangkan bahwa bidadari adalah sesosok perempuan yang sempurna dalam segala hal. Kecantikan yang sempurna, ketaatan yang sempurna, akhlak yang sempurna, cinta kasihnya yang sempurna, dan kesempurnaan –kesempurnaan lainnya. Tak ada cela sedikitpun pada dirinya, sehingga dia menjadi dambaan setiap laki –laki muslim yang berharap bertemu dengannya di surga.

Para bidadari ini tidak semuanya diciptakan langsung menjadi bidadari yang bertempat di surga, tapi para perempuan –perempuan luar biasa pada masa jaman kenabian pun dijanjikan untuk menjadi bidadari surga karena ketaatan mereka. Jadi, bahkan perempuan biasa –yang hidup di dunia seperti kita ini, bisa menjadi bidadari di surga jika kita memelihara ketaatan kita pada Alloh SWT.

Lalu, bisakah saya menjadi perempuan seperti itu? Menjadi bidadari.

Menjadi seorang perempuan yang mulia.

Membaca kisah –kisah para perempuan tangguh yang dijanjikan menjadi bidadari itu membuat saya berpikir, betapa beratnya mencapai kekuatan dan ketangguhan mereka. Sedangkan saya ini, saat ini, seperti apa? Senandung –senandung para pemuda yang mengharapkan pertemuan bidadari di surga, kadang sepertinya adalah sebuah tekanan yang mengharuskan para wanita mencapai kesempurnaan itu. Para bidadari itu mendapat tempat yang sangat istimewa dalam mimpi masa depan mereka. Hingga seolah –olah tak ada tempat bagi seseorang yang tak bisa mencapai derajat bidadari.

Berharap yang terbaik tentu wajar saja. Tak ada yang salah pada mereka, sebab Alloh selalu adil memberikan kasih sayang pada makhluk –Nya, dan kitapun akan dengan adil mendapatkan hal sesuai kapasitas kemampuan kita.

Saya bukan bidadari surga. Sama sekali bukan. Jika mengharapkan saya bisa sebaik para bidadari itu –bukannya itu tak mungkin, tapi sungguh jauh sekali. Saya tak bisa selamanya baik. Hei, ayolah, jilbab yang saya kenakan pun tak bisa menjadi jaminan bahwa saya bisa selalu baik dan tak ada celanya. Saya hanya berusaha saja.

Apakah saya pesimis? Tidak juga. Sebab menjadi manusia adalah proses. Menjadi baik juga adalah proses. Bolehlah kita bermimpi untuk menjadi bidadari di surga kelak sehingga kita akan terus memiliki semangat dan harapan positif untuk terus memperbaiki diri. Setidaknya, saat ini, kita bisa menjadi bidadari untuk orang –orang yang kita cintai, itu adalah hal yang sangat berharga.

Menjadilah bidadari dalam hati orang –orang yang kita cintai.

Para ibu bagi anak –anaknya; mendidiknya menjadi generasi penerus peradaban yang mulia. Para istri dalam hati suaminya; mendampinginya mencapai kesuksesan hidup dan partner yang menenangkan jiwanya.

Para wanita dalam hati orang –orang yang dicintainya. Bagi saya, mereka itulah bidadari.

7 thoughts on “Bukan Bidadari Surga

  1. Kalaupun bidadari adalah makhluk yang memiliki sifat seperti malaikat yang tak punya nafsu melainkan hanya memiliki hasrat untuk patuh dan turut perintah Tuhan semata. Masihkah Jeng Mina ingin seperti Bidadari. Masihkah muslim mendambakan bidadari yang hanya melayaninya demi perintah, bukan karena nafsu (cinta) seperti halnya perempuan manusia biasa?

    bingung or not bingung, that is the bimbang

    Like

  2. –pak ando–
    bagi saya, saya ga mengartikan bidadari seperti malaikat yang ga punya perasaan (hasrat). Tapi bidadari itu penuh cinta. saya melihat bahwa bidadari itu baik akhlaknya, makanya saya pun ingin seperti itu.

    aisyah juga perempuan biasa yang suka cemburu dan semacamnya, tapi ketinggian akhlaknya luar biasa, dan beliau telah dijanjikan sebagai bidadari.

    untuk tataran kehidupan dunia saat ini, bagi saya, menjadi bidadari itu adalah menjadi perempuan yang ada dalam hati orang2 yang mencintainya; menjadi ibu, istri.

    Like

  3. Gimana kalo menjadi bidadari untuk diri sendiri? Jadi tak ada tekanan untuk tampil sempurna demi orang lain, just be your self😛

    *ditebas*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s