Laki – laki (Part 1)

Kamu ini seperti tidak pernah melihat makhluk bernama laki -laki aja..”seseorang berkata seperti itu pada saya.

Benar -benar jleb sekali.


Sebetulnya, ini saya tulis dengan sok tahu saja. Karena saya tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang laki -laki. Walaupun saya sering bereksperimen menjadi seorang laki -laki dalam cerpen yang saya buat -saya tidak tahu apa itu berhasil atau tidak, tetap saja saya tidak tahu seperti apakah para laki -laki itu. Saya berusaha untuk seolah -olah dapat berpikir dan berbicara dengan cara mereka, tapi malah selalu terkesan tidak berperasaan.

Apakah memang para laki -laki itu tidak berperasaan? Menurut saya sih, tentu tidak begitu. Mereka sangat berperasaan dan mengekspresikan perasaannya itu dengan caranya sendiri yang tidak saya pahami.

Selama ini, saya mendapati banyak tulisan tentang perempuan (yang ditulis oleh perempuan maupun laki -laki), tapi sangat sedikit tentang laki -laki. Permasalahan perempuan pun menjadi begitu kompleks dengan doktrin emansipasi dan perjuangan haknya. Makanya, ada yang mengatakan bahwa para perempuan itu suka saling membela satu sama lain.

Yah, ada benarnya juga. Karena perempuan itu selalu mengedepankan perasaannya, jadi mereka sangat berempati terhadap kaumnya, bahkan terhadap yang tidak kenal sekalipun. Saling membela.

Sedangkan laki -laki punya cara lain dalam mendukung sesama jenisnya; tentunya tidak dengan perasaan yang meletup -letup, tapi dengan dukungan opini yang datar saja. Apa yang sesuai logika mereka, maka mereka berpikir segala sesuatunya adalah tanggung jawab sendiri -sendiri saja. Mereka sepertinya bisa mengurusi permasalahan dunianya sendiri tanpa harus melibatkan komunitasnya secara emosional.

Teman saya mengatakan, laki -laki cenderung selalu ingin mendominasi dan tidak pernah ingin terlihat lebih bodoh dari perempuan. Menurut saya, itu mungkin karena laki -laki selalu merasa bertanggung jawab atas kelangsungan kehidupan di sekitarnya. Dunia yang keras dan penuh ancaman mengharuskan laki -laki lebih dinamis dan kuat, sehingga dia bisa menjadi semacam pelindung secara menyeluruh.

Apakah dunia laki -laki selalu identik dengan keras? Bagi saya, itu selalu menjadi misteri, tak bisa terbayangkan -seperti juga otak mereka yang katanya sebagian besar dipenuhi oleh hal -hal semacam seksualitas. Semua laki -laki pada fitrahnya seperti itu. Yang membedakan adalah bagaimana cara mereka me-manage isi otak mereka tersebut.

7 thoughts on “Laki – laki (Part 1)

  1. hmm…
    ada yg bilang kalo laki2 ini memang dasarnya “pemburu” sejak dari jaman batu, dan mereka harus kuat untuk menafkahi dan melindungi “koloni”nya. tentu saja dunia mereka keras😀

    *radangasalkomendotnet*😛
    *disambit*

    Like

  2. Apakah dunia laki -laki selalu identik dengan keras?

    Tidak selalu seperti itu, walau lelaki normal memang harus bisa keras *melirik kebawah*

     -seperti juga otak mereka yang katanya sebagian besar dipenuhi oleh hal -hal semacam seksualitas. Semua laki -laki pada fitrahnya seperti itu.

    Terlalu generalisir. Tidak semua lelaki otaknya dipenuhi seksualitas, contohnya… Nabi… err… eh, enaknya pake contoh nabi yang mana yaaa… nabi yang ga doyan seks yang mana yah?

    Yang membedakan adalah bagaimana cara mereka me-manage isi otak mereka tersebut.

    Ini juga berlaku untuk semua manusia, tak peduli jenis kelamin dan status kenabiannya😛

    Like

  3. Slm Knl..

    “Menurut saya, itu mungkin karena laki -laki selalu merasa bertanggung jawab atas kelangsungan kehidupan di sekitarnya.”

    “Yang membedakan adalah bagaimana cara mereka me-manage isi otak mereka tersebut.”

    Luar biasa anda benar -benar mengerti dan memahami seorang laki -laki..
    Berbahagialah yang menjadi pasangan anda nanti..

    ..clever woman..

    Like

  4. Laki-laki itu;
    1] gengsian, mereka tidak curhat kecuali mabuk
    2] percaya pada temannya, mereka tidak saling menasihati atau mencampuri kalo temannya bawa istri orang
    3] keras, karena mereka ditradisikan mencari nafkah, menjadi kepala keluarga dan berperang

    *ngawurdotkom*

    Like

  5. Betul…. tul…. lelaki emang gitu. Tak berperasaan, keras, suka mendominasi!
    Makanya aku paling nggak suka sama lelaki.
    Makanya aku suka dan kesengsem sama perempuan doang:mrgreen:

    *peace buat yg suka lelaki*
    *digelitik karena ngaco*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s