Mengalahkan Rowling ?

Saya tidak ingat kapan tepatnya suka pada tulis –menulis. Namun bertahun –tahun yang lalu, saya terbiasa menulis buku diary seperti para anak gadis pada umumnya, sehingga penuturan bercerita dalam tulisan menjadi terasah tanpa sengaja saya melatihnya. Saya butuh menulis sesuatu setiap mengalami atau merasakan berbagai hal, walaupun hanya satu kalimat saja. Dan ternyata, itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sepertinya segala sesuatu telah keluar begitu saya saat saya menulis. Namun saat itu saya hanya menulis untuk itu saja, dan menjadi termudahkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (waktu itu saya sangat senang jika ada tugas mengarang bebas).

Hingga suatu ketika saya terbata –bata membaca sebuah cerpen yang ditemukan di sobekan koran bekas bungkus bumbu yang dibeli ibu dari warung. Pada saat itu saya merasa bahwa ternyata manusia bisa menciptakan dunia indah dan aneh tak terkira dari pikirannya. Dan jika pikiran itu disampaikan dengan baik, maka orang –orang akan membayangkan dunia tersebut serta merasa berada di dalamnya. Sungguh hebat ! Dia, penulis cerpen itu, seperti menciptakan sebuah kehidupan. Sobekan koran itupun saya simpannya baik –baik. Kisahnya terus membayang dan saya bisa mengingat dengan jelas tiap adegannya. Sungguh mengagumkan.

Continue reading

Menjadi Penulis Ada Kecenderungan Bunuh Diri?

Tulisan ini sebenarnya terinspirasi oleh milis penulis lepas beberapa tahun lalu, dan sayangnya arsip milis tersebut hilang dari file saya. Milis tersebut membahas tentang para penulis kenamaan yang mengakhiri hidupnya dengan tragis, sehingga menjadi pembicaraan hangat, benarkah menjadi penulis ada kecenderungan bunuh diri?

Mari kita lihat beberapa riwayat hidup para penulis terkenal yang sempat melegenda dengan karya –karya masterpiece –nya. Misalnya –yang paling terkenal –ada Ernest Hemingway -penulis Amerika, Virginia Woolf dari Inggris, dan juga Yukio Mishima serta Yasunari Kawabata dari Jepang. Bahkan Hemingway sempat meraih Hadiah Nobel Sastra tahun 1954 berkat Novelnya The Old Man And The Sea, dan Kawabata menjadi orang Jepang pertama peraih Hadiah Nobel Sastra tahun 1968. Novel terkenal Kawabata diantaranya Yama No Oto. Dan penulis yang baru –baru ini memutuskan untuk bunuh diri adalah Hunter S. Thompson, seorang pengarang asal Amerika, dengan cara menembak dirinya sendiri.

Continue reading