Saya tidak ingat kapan tepatnya suka pada tulis –menulis. Namun bertahun –tahun yang lalu, saya terbiasa menulis buku diary seperti para anak gadis pada umumnya, sehingga penuturan bercerita dalam tulisan menjadi terasah tanpa sengaja saya melatihnya. Saya butuh menulis sesuatu setiap mengalami atau merasakan berbagai hal, walaupun hanya satu kalimat saja. Dan ternyata, itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sepertinya segala sesuatu telah keluar begitu saya saat saya menulis. Namun saat itu saya hanya menulis untuk itu saja, dan menjadi termudahkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (waktu itu saya sangat senang jika ada tugas mengarang bebas).
Hingga suatu ketika saya terbata –bata membaca sebuah cerpen yang ditemukan di sobekan koran bekas bungkus bumbu yang dibeli ibu dari warung. Pada saat itu saya merasa bahwa ternyata manusia bisa menciptakan dunia indah dan aneh tak terkira dari pikirannya. Dan jika pikiran itu disampaikan dengan baik, maka orang –orang akan membayangkan dunia tersebut serta merasa berada di dalamnya. Sungguh hebat ! Dia, penulis cerpen itu, seperti menciptakan sebuah kehidupan. Sobekan koran itupun saya simpannya baik –baik. Kisahnya terus membayang dan saya bisa mengingat dengan jelas tiap adegannya. Sungguh mengagumkan.
