Mengalahkan Rowling ?

Saya tidak ingat kapan tepatnya suka pada tulis –menulis. Namun bertahun –tahun yang lalu, saya terbiasa menulis buku diary seperti para anak gadis pada umumnya, sehingga penuturan bercerita dalam tulisan menjadi terasah tanpa sengaja saya melatihnya. Saya butuh menulis sesuatu setiap mengalami atau merasakan berbagai hal, walaupun hanya satu kalimat saja. Dan ternyata, itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sepertinya segala sesuatu telah keluar begitu saya saat saya menulis. Namun saat itu saya hanya menulis untuk itu saja, dan menjadi termudahkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (waktu itu saya sangat senang jika ada tugas mengarang bebas).

Hingga suatu ketika saya terbata –bata membaca sebuah cerpen yang ditemukan di sobekan koran bekas bungkus bumbu yang dibeli ibu dari warung. Pada saat itu saya merasa bahwa ternyata manusia bisa menciptakan dunia indah dan aneh tak terkira dari pikirannya. Dan jika pikiran itu disampaikan dengan baik, maka orang –orang akan membayangkan dunia tersebut serta merasa berada di dalamnya. Sungguh hebat ! Dia, penulis cerpen itu, seperti menciptakan sebuah kehidupan. Sobekan koran itupun saya simpannya baik –baik. Kisahnya terus membayang dan saya bisa mengingat dengan jelas tiap adegannya. Sungguh mengagumkan.

Continue reading

Menuliskan My Be !

Tidak ada salahnya jika kita merayakan euforia semangat dan kebahagiaan tiap hari agar hal tersebut tidak hanya terjadi sesaat saja ‘kan?

Sebuah sumber anonim mengatakan seperti ini : “ternyata untuk memperoleh penghargaan itu sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik”.

Kebiasaan baik, bisa mencakup berbagai hal. Dan saya terinspirasi melakukan salah satunya setelah mengikuti pelatihan Umat Terbaik Hidup Berkah; yaitu menuliskan my be kita (impian dan harapan akan menjadi apa kita hari ini). Saya belajar hal itu dari salah seorang fasilitatornya: Samsul Arifin.

Continue reading

This is my story : A Great Mother

[Wanna see my dreams? ]

Seorang kawan pernah berkata kepada saya : bermimpilah, karena dari sanalah kau tetap akan hidup. Bermimpilah sebesar –besarnya yang dapat kau impikan, lalu tulislah dan bagilah mimpi itu pada orang lain karena dengannya kau akan mendapatkan memetakan mimpi itu menyatu dalam jiwamu, sehingga kau akan selalu berusaha untuk mewujudkannya.

Bermimpi hal –hal yang besar dan luar biasa, bukan hal yang sederhana. Karena kelak mimpi itupun akan membesarkanmu.

Masa depan memang belum pasti. Tetapi jika setiap mimpi dan harapan masih kita genggam dalam pikiran kita, maka saya yakin setiap orang akan selalu punya semangat untuk hidup dan menciptakan hal –hal yang luar biasa.

Continue reading

D r e a m e r

Saya sering bermimpi, dan mempunyai ingatan yang kuat terhadap beberapa mimpi tersebut. Bahkan, mimpi yang terjadi saat saya di SMP – pun masih bisa saya ingat dengan baik, dengan detilnya. Hanya saja, mimpi -mimpi tersebut didominasi oleh hal -hal aneh, weird, dan menakutkan. Saya sama sekali tidak pernah bermimpi hal yang membahagiakan, apalagi romantis (ahem).

Tapi, benarkah kita cuma bisa mengatakan ‘ah, namanya juga mimpi’ terhadap rangkaian mimpi -mimpi yang bahkan, saking seringnya, lama -lama saya pernah sadar bahwa saya sedang bermimpi? Apakah ini gejala lucid dream (kondisi dimana kita sadar sedang bermimpi) ? Lucid dream bisa menjadi topik tersendiri, tapi saya ingin membahas mimpi yang pernah saya alami.

Sebagian mimpi yang saya ingat dengan baik dari sejak kecil adalah : melihat mayat bayi yang membiru di dalam lemari pakaian di kamar orang tua -bayi itu bertumpuk di atas pakaian, melihat kepala bergelantungan di atas pohon di depan rumah saya -saya melihatnya dari kejauhan, naik motor besar tapi tidak bisa di rem sampai nyemplung ke kolam, dikejar pemerkosa dan terjebak di tengah sawah dalam sebuah gubuk -saya bersembunyi di situ dan dalam keadaan terjebak saya tiba -tiba bangun dari mimpi, rasanya waktu itu saya mulai sadar bahwa saya harus bangun jika ingin menyelamatkan diri dari tukang gangbang tersebut, melihat orang yang saya sukai menangis di pinggir kolam di belakang rumah tetangga -dia menangis karena badannya menyusut kecil menjadi seperti kurcaci, main ayunan di balkon lantai 2 lalu jatuh menimpa seseorang, ayah saya berubah menjadi manusia serangga yang menular dan menyebabkan seluruh populasi manusia menjadi monster, mimpi menjadi mantan PSK yang terjebak di daerah konflik di luar jawa dan bertemu kawan lama, berada di ruangan kosong putih dan dihampiri seseorang yang mengatakan dia lelah sambil menjatuhkan kepalanya di bahu saya (ceileee), dan masih banyak lagi.

Dulu, teman saya pernah menceritakan pengalaman mimpi ditindih sesuatu -atau dinamakan eureup -eureup dalam bahasa sunda. Karenanya, fenomena mimpi ini sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus. Saya penasaran sekali waktu itu, seperti apakah eureup -eureup ? saat saya gugling, hampir semua gambar yang terkait memperlihatkan hubungan mimpi dengan mistik. Tapi, secara ilmiah, ditindih setan ini dinamakan sleep paralysis, dan tidak ada hubungannya dengan gangguan makhluk halus.

Dan akhirnya, tahun kemarin saya mengalami sleep paralysis. Walau saya masih penasaran dengan penyebabnya, kemungkinan saya kurang tidur atau depresi sih. Tapi, kurang tidur ? rasanya saya selalu tidur seperti bayi selama ini, mesti 8 jam !

Dalam mimpi tersebut, saya terbangun dari tidur (jadi mirip mimpi level 2-nya film incepton ), dan berada di dalam kamar bersama seorang teman yang masih tertidur nyenyak. Sebelum saya bangkit, tiba -tiba ada sesosok makhluk di samping saya, bergerak cepat duduk di atas punggung saya (waktu itu posisi saya tengkurap, dalam mimpi). Bayangkan, diduduki sesosok makhluk raksasa yang, anehnya, tidak bisa saya lihat dengan jelas bentuknya. Pokoknya dia sesosok hitam, seperti siluet, tinggi besar dan gendernya juga kabur. Saya hendak berteriak minta tolong, tapi suara tak bisa keluar.

Saya bergerak sekuat tenaga, tapi tubuh saya seperti gepeng menyatu dengan lantai. Tangan tak bisa bergerak, bernafas-pun tak bisa. Padahal saya melihat teman saya tidur dengan tenangnya di sebelah saya, tapi tangan saya tak bisa menjangkaunya. Saya mulai sesak nafas. Itu terjadi selama beberapa lama (saya tak tahu berapa lama pastinya), dan rasanya seperti mau mati saja.

Setelah terus berjuang mengeluarkan suara dan menggerakkan badan dari tindihan makhluk tersebut, lama -lama saya mulai sadar bahwa itu pasti dalam mimpi. Lalu saya tersentak bangun, capek ngos -ngosan dan masih kaget karena ternyata bisa selamat juga. Saya hanya sendirian di kamar tersebut.

Setelah mencari referensi tentang sleep paralysis, ternyata mimpi saya persis seperti itu. Dan saya agak kaget juga dengan penyebab terjadinya gangguan tidur tersebut. Ternyata memang itu nyata!

Mengenai rangkaian mimpi saya yang aneh dan bisa tetap saya ingat itu, seorang teman pernah menyarankan saya membaca buku psikoanalisa Sigmund Freud atau Carl Gustav Jung mengenai teori mimpi, karena sepertinya itu sudah merupakan gangguan kejiwaan bagi saya. Dan saya lebih tertarik dengan teori mimpi Jung yang saya kutip dari sini.

Bagi Jung mimpi adalah upaya memanipulasi reaksi terhadap lingkungan dengan persona sebagai pemeran subyek dalam mimpi. Persona dalam mimpi dapat berwujud berbagai bentuk: figur ibu, laki-laki, perempuan ataupun seribu wajah. Persona memang dapat memerankan arketif, berupa baying-bayang (the shadow). Mimpi adalah gambaran adanya arketipe-arketipe purbakala, seolah-olah mimpi merupakan arena menemukan kembali jati diri kuno sebelum berevolusi.  Misalnya saja seorang bayi yang tidur tenang sambil tersenyum, menggambarkan ia sedang bermimpi hidup di surga, suatu tempat  sebelum ia lahir ke bumi.

Dengan demikian bagi Jung mimpi merupakan bukti adanya dimensi innate religious atau kesadaran beragama yang bersifat bawaan, karena mimpi-mimpi yang digambarkan oleh menusia purba hingga posmodern sekarang ini tetap menggambarkan paradigma pskologis tentang hubungan manusia dengan alam spiritual. Melalui analisa mimpi dari berbagai praktek psikologinya, ia menyimpulkan bahwa adanya kekuatan-kekuatan terpendam yang bersifat religius yang memanifestasi berupa bentuk-bentuk memuliakan, mensakralkan sesuatu di dalam kehidupan manusia (Carl Gustav Jung, 1989: 89

Tapi saya belum selesai mempelajari teori Jung ini, sudah pusing duluan, hehe. Mungkin saya akan mencari ebook-nya, kalau ada.

Apakah anda juga pernah mengalami sleep paralysis? Lucid dream ? Atau rangkaian mimpi aneh?

[Gambar diambil dari sini]

Suamiku

Aku tidak ingat bagaimana mulanya ini bisa terjadi. Seperti mimpi –tiba –tiba kau sudah berada di sana tanpa tahu awalnya. Aku memasuki pintu rumah dari depan, dan tiba –tiba aku seperti berada di dunia lain. Rasanya bentuk rumahku berubah –aku ingat detil rumahku, dan ini jelas ruangan yang tidak kukenal.

Di ruangan depan tampak kesibukan. Banyak orang berlalu –lalang. Banyak makanan dan perabotan rumah tangga berserakan di tiap sudut ruangan. Suara berisik, orang –orang tertawa, berbicara, dan sibuk mengurusi sesuatu. Di dapur juga begitu. Ini seperti sisa –sisa ritual sebuah resepsi. Memangnya mereka sudah atau sedang merayakan apa?

Lalu aku melihat ibuku mendekatiku, “kamu kemana saja?”tanyanya. Dia juga tampak sangat sibuk.

“Aku? Tidak kemana –mana”

seseorang muncul di belakang ibu. Ibu menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Orang itu juga tersenyum. Dia menghampiri kami. “Siapa dia?”bisikku pada ibu.

“Lho, apa maksudmu? Dia kan suamimu”ibu memandangku dengan aneh.

Suamiku?

Continue reading

Saya bermimpi menghentikan perang

Saya berdiam diri sejenak, memikirkan, bagaimana seorang  wanita penakut seperti saya bisa menghentikan perang? Itu adalah suatu hal yang bombastis  sekali. Katanya, perang bisa dihentikan dengan cinta. Dan ya, saya juga setuju. Walaupun itu terdengar sangat klise.

Saya bukan seorang jurnalis perang yang mengelana dari berbagai peperangan, atau aktivis kemanusiaan yang pernah berada dalam peperangan. Namun, di suatu hari pada saat saya masih remaja, saya menemukan koran bekas di dapur tentang jurnalistik. Di situ ada beberapa foto dalam peperangan oleh para jurnalis terkenal dunia, saya lupa tepatnya. Guntingan korannya yang saya kliping sejak itu sudah rusak dan hilang. Dan, mulai saat itulah saya memikirkan tentang perang.

Saya bermimpi, bagaimana caranya menghentikan perang. Gambar peperangan  selalu menyedihkan dan penuh kematian. Tapi saya baru bisa bermimpi saja. Karena motif -motif perang bisa sangat beragam, saya mesti tahu dulu kenapa perang bisa terjadi. Tetapi apa yang saya pikirkan tidak se-bombastis perang itu sendiri. Perang kebanyakan terjadi karena ada hal -hal yang berbeda pada manusia. Jika saja semua orang bisa menghargai perbedaan tersebut, belajar dari semua perbedaan, apakah pelan -pelan perang bisa dihentikan?

Saya berpikir sesederhana itu saja.