Suamiku

Aku tidak ingat bagaimana mulanya ini bisa terjadi. Seperti mimpi –tiba –tiba kau sudah berada di sana tanpa tahu awalnya. Aku memasuki pintu rumah dari depan, dan tiba –tiba aku seperti berada di dunia lain. Rasanya bentuk rumahku berubah –aku ingat detil rumahku, dan ini jelas ruangan yang tidak kukenal.

Di ruangan depan tampak kesibukan. Banyak orang berlalu –lalang. Banyak makanan dan perabotan rumah tangga berserakan di tiap sudut ruangan. Suara berisik, orang –orang tertawa, berbicara, dan sibuk mengurusi sesuatu. Di dapur juga begitu. Ini seperti sisa –sisa ritual sebuah resepsi. Memangnya mereka sudah atau sedang merayakan apa?

Lalu aku melihat ibuku mendekatiku, “kamu kemana saja?”tanyanya. Dia juga tampak sangat sibuk.

“Aku? Tidak kemana –mana”

seseorang muncul di belakang ibu. Ibu menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Orang itu juga tersenyum. Dia menghampiri kami. “Siapa dia?”bisikku pada ibu.

“Lho, apa maksudmu? Dia kan suamimu”ibu memandangku dengan aneh.

Suamiku?

Continue reading