1
“Maukah semalam dengan saya, Tuan?” perempuan itu membungkukkan badannya kesekian kali –dia tak dapat menghitungnya lagi, kepada sebuah mobil yang berhenti tak berapa jauh dari pinggir jalan tempat ia berdiri kaku karena kedinginan. Tak ada siapapun di sekitarnya karena hujan belumlah reda sepenuhnya. Hanya dia seorang yang nekat berdiri di tepi jalan.
Malam mulai menua dan lebih dingin dari sebelumnya, bercampur sisa-sisa hujan, dan dia ingin segera pergi dari tempat terkutuk itu.
Mobil itu mundur perlahan-lahan, mendekatinya. Kaca bagian depannya terbuka sedikit, lalu seorang lelaki melongok dari balik kaca. Menatapnya. Menawarkan transaksi yang akan terus diingat olehnya seumur hidup, mungkin setelah itu.
Transaksi pertamanya.
“Siapa namamu?”lelaki itu bertanya dengan suara tertahan.
“Nina”tidak perlu menyebutkan nama sebenarnya untuk orang yang akan dia lupakan selamanya, begitu pikirnya.
“Berapa?”
“Untuk keperawanan saya, 20 juta”
