<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yang Ketiga</title>
	<atom:link href="http://yangketiga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yangketiga.wordpress.com</link>
	<description>Biar Tak Lekas Lupa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 04:07:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yangketiga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yang Ketiga</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yangketiga.wordpress.com/osd.xml" title="Yang Ketiga" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yangketiga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bersenang-senang Dengan Cara Manual dan Sederhana</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/19/bersenang-senang-dengan-cara-manual-dan-sederhana/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/19/bersenang-senang-dengan-cara-manual-dan-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 00:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[kertas lipat]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[to do list]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Adik-adik sekalian yang baik hatinya. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman mencoba 2 kegiatan buat mengisi waktu luang, dan menurut saya ini cukup menyenangkan. Hanya dibutuhkan ketelitian, kreativitas dan perhatian pada hal-hal detil. Sekalian bisa menggerakkan tangan karena yang akan kita lakukan adalah kembali pada keterampilan di masa lampau dimana kita membuat berbagai macam benda-benda &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/19/bersenang-senang-dengan-cara-manual-dan-sederhana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=810&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Adik-adik sekalian yang baik hatinya.</p>
<p>Kali ini saya akan menceritakan pengalaman mencoba 2 kegiatan buat mengisi waktu luang, dan menurut saya ini cukup menyenangkan. Hanya dibutuhkan ketelitian, kreativitas dan perhatian pada hal-hal detil. Sekalian bisa menggerakkan tangan karena yang akan kita lakukan adalah kembali pada keterampilan di masa lampau dimana kita membuat berbagai macam benda-benda hiasan tanpa alat bantu elektronik/gadget. Yang pertama adalah hiasan berbentuk bintang-bintang dari kertas kecil-kecil (yang sudah banyak dijual di tempat aksesoris wanita, serupa kertas origami tapi bentuknya panjang), dan kedua membuat dinding kamar lebih semarak dengan tempelan to do list dan sugesti positif buat penyemangat.</p>
<p>Tidak usah khawatir, mengerjakan hal-hal seperti itu tidak hanya buat abege atau remaja sekolahan saja. Semua bisa melakukannya, tentunya apabila punya waktu luang yang biasanya dihabiskan untuk melamun dan galau tidak jelas. Lebih baik membuat hiasan sederhana dari kertas yang bisa disimpan di kamar atau membantu kita mengingat berbagai macam jadwal pribadi yang sudah kita susun tiap harinya. Semenjak sekolah, saya biasa membuat tempelan-tempelan di kamar. Lalu kebiasaan itu mulai luntur saat bekerja dan tidak punya banyak waktu lagi untuk mengurusi hal-hal yang kelihatannya remeh temeh serta tidak menghasilkan duit =D</p>
<p>Sepertinya saya sudah lupa bagaimana rasanya mengerjakan 2 hal ini, kelihatannya &#8216;cewe banget&#8217;. Tapi sekarang, mari kita coba lagi.</p>
<p><span id="more-810"></span></p>
<p>Yang pertama, membuat bintang-bintang kecil sebanyak-banyaknya, disimpan di dalam botol atau tempat-tempat lain yang terbuat dari kaca (agar terlihat bintangnya). Bisa dijadikan hiasan unik dan manis di kamar, atau disusun memanjang menjadi tirai penghias pintu kamar. Suka-suka saja.</p>
<p>Membuatnya gampang, dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Modalnya hanya membeli kertas kecil panjang berbagai motif yang dijual di tempat aksesoris seharga 5 ribuan per bungkus. Jadi kita hanya tinggal melipat saja dan memilih warna/motif sesuai selera. Di kemasan kertas tersebut sudah ada tutorial cara melipat kertasnya agar membentuk bintang yang bagus. Ikuti saja petunjuk melipat yang benar di kemasan tersebut, dalam beberapa kali percobaan pasti bisa (saya belum sempat membuat video atau foto-tofo tutorial cara membuatnya).</p>
<p>Saya juga sudah bisa, tapi hasilnya masih penyok-penyok. Saya diajari oleh teman satu kos yang sangat kreatif (beliau sangat suka berkreasi dengan kuteks dan berencana akan mempelajari nail art untuk dijadikan bisnis). Berikut ini gambar bintang yang sudah jadi.</p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00064.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-811" alt="DSC00064" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00064.jpg?w=300&#038;h=240" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Dan berhubung saya belum punya botol kaca, untuk sementara disimpan di dalam tempat plastik buat bekal makan, hehe.</p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00061.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-812" alt="DSC00061" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00061.jpg?w=287&#038;h=300" width="287" height="300" /></a></p>
<p>Tapi, bintang yang saya buat ini agak berbeda. Saya mencontek seorang teman abege yang membuat hiasan ini ketika sedang galau. Sebelum melipat, beliau menuliskan berbagai macam hal di atas kertas lipat tersebut. Apapun yang ingin ditulis; emosi, kemarahan, rasa rindu, semangat, hal-hal yang lucu, aneh, dan apapun itu yang terlintas di kepala saat itu. Semacam curhat. Saya juga melakukannya, dan berharap agar kelak bintang-bintang ini tidak rusak, sehingga saat sudah mulai tua beberapa belas tahun kemudian, saya bisa membongkarnya suatu hari dan membacanya kembali. Pasti nostalgic sekali. Tapi rasanya hiasan ini agak sulit bertahan selama itu sih <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di bawah ini adalah kertas yang dipakai untuk membuat bintang-bintangnya.</p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00063.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-813" alt="DSC00063" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00063.jpg?w=300&#038;h=240" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Yang kedua, membuat jadwal kegiatan sehari-hari/to do list, terutama bagi yang amat sangat pelupa (seperti saya). Ini bukan hal baru lagi sebenarnya. Kita hanya tinggal menempel kertas-kertas di dinding atau memakai to do list yang sudah jadi di toko buku, dan berfungsi seperti papan tulis yang bisa dihapus/ditulisi spidol.</p>
<p>Tapi saya membuatnya dari bahan yang tidak sehat, sterofoam. Saya belum mencari pengganti bahan seperti apa yang lunak dan mudah ditusuk jarum plastik kertas tempelan bisa diganti-ganti dengan mudah tiap harinya. Ada yang punya usul pengganti sterofoam?</p>
<p>Saya membuat 2 jenis tempelan, yaitu untuk jadwal kegiatan dan sugesti penyemangat diri sendiri. Saya bisa membuat tempelan seperti ini di kantor juga saat bekerja, karena dulu banyak sekali deadline atau kerjaan yang harus diselesaikan dalam satu hari. Ketika mulai tidak konsentrasi dan lupa target apa saja yang harus diselesaikan atau ditunda di hari berikutnya, saya harus menuliskannya di tempat yang mudah untuk dilihat. Maka dibuatkan tempelan seperti itu di dinding, beserta segala hiasan pemanisnya agar lebih semarak. Ketika melihatnya, saya seperti diingatkan untuk komitmen-komitmen pribadi pada diri sendiri beserta kata-kata penyemangatnya. Agar saya selalu ingat bahwa saya sudah berjanji untuk bisa menjadi seperti apa yang ditulis itu, menjadikan sugesti positif yang menempel terus di otak.</p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204758.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-814" alt="20130515_204758" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204758.jpg?w=300&#038;h=224" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204651.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-815" alt="20130515_204651" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204651.jpg?w=300&#038;h=224" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Sebenarnya, jika tujuan akhir adalah bersenang-senang dengan lebih mudah, seperti misalnya membuat to do list, itu bisa dilakukan dengan lebih canggih di gadget kita sendiri. Atau membeli hiasan yang sudah jadi dan tinggal pasang di kamar. Namun buat saya, yang paling penting dari membuat hal-hal manual di atas adalah proses pada saat membuatnya.</p>
<p>Memang membutuhkan lebih banyak waktu dan sedikit repot karena harus menggunting ini-itu, melipat ini-itu, tapi justru pada saat itulah tangan dan otak bekerja terus menerus untuk menghasilkan  sesuatu, walaupun tampak sederhana, dan itu bisa jadi pengalihan yang positif bagi adik-adik yang sedang galau. Daripada meratapi sesuatu yang tidak berguna dan fokus pada gadget sambil bergosip ria, alangkah menyenangkannya jika beristirahat sejenak, fokus pada suatu hal yang melatih kreativitas dan sumber galau itupun jadi terlupakan. Walau temporer, tapi bagi saya ini berhasil mengusir rasa bosan dan puas dengan apa yang saya buat -seperti telah melakukan pencapaian yang melepaskan semua beban.</p>
<p>Oya, jenis bersenang-senang dan pengusir rasa bosan itu memang sesuai selera. Tapi jika mau mencoba melakukan sesuatu dengan kertas-kertas dan membuatnya menjadi hiasan yang lucu, ini adalah alternatif pilihan yang murah meriah. Dan membuat sesuatu dengan tangan kita sendiri itu butuh ketekunan ekstra.</p>
<p>Well. Sekian cerita hari ini, adik-adik.</p>
<p>Sekarang saatnya saya kembali ke deadline kerjaan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=810&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/19/bersenang-senang-dengan-cara-manual-dan-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00064.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00064</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00061.jpg?w=287" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00061</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00063.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00063</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204758.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20130515_204758</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/20130515_204651.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20130515_204651</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal-Hal Baru Itu Menyenangkan</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/16/hal-hal-baru-itu-menyenangkan/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/16/hal-hal-baru-itu-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 14:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[editor]]></category>
		<category><![CDATA[hal baru]]></category>
		<category><![CDATA[senang]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal baru itu menyenangkan. Mungkin, salah satu kesenangan hidup yang paling saya gemari adalah mencoba hal-hal baru. Ketika ada kesempatan yang datang untuk melakukan berbagai hal yang belum pernah saya lakukan, sebagian besarnya selalu ingin dicoba. Karena dengan melakukannya, banyak hal yang bisa diceritakan. Jadi, kemarin itu saya bekerja di bidang yang sama sekali belum &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/16/hal-hal-baru-itu-menyenangkan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=807&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hal-hal baru itu menyenangkan.</p>
<p>Mungkin, salah satu kesenangan hidup yang paling saya gemari adalah mencoba hal-hal baru. Ketika ada kesempatan yang datang untuk melakukan berbagai hal yang belum pernah saya lakukan, sebagian besarnya selalu ingin dicoba. Karena dengan melakukannya, banyak hal yang bisa diceritakan.</p>
<p>Jadi, kemarin itu saya bekerja di bidang yang sama sekali belum pernah saya coba sebelumnya : jadi tukang wawancara via telpon. Saya belum pernah mewawancarai orang dengan gaya formal, bahasa baku dan logat khas mirip para mbak-mbak di call center atau customer care perusahaan. Pada awalnya, agak sulit juga tapi ternyata dalam beberapa minggu sudah mulai fasih menghapal teks pertanyaan dan memberi respon spontan pada responden. Walaupun hal ini sepertinya akan cepat membosankan di masa depan, tapi ternyata mengobrol dengan responden yang notabene orang asing dari ujung timur sampai ujung barat Indonesia itu ternyata cukup menyenangkan juga. Asal tidak dikejar-kejar target jumlah kesuksesan wawancara, maka wawancara tersebut akan mengalir begitu saja, bahkan sampai tersenyum-senyum sendiri sambil mendengarkan nyanyian entah siapa yang ada di telpon tiap harinya.</p>
<p>Apa yang menjadikan wawancara jadi menyenangkan? Buat saya ada beberapa poin yang secara pribadi menjadi pelajaran baru :</p>
<p><span id="more-807"></span><!--more--></p>
<ol start="1">
<li>Menghadapi seribu satu macam karakter pembicaraan orang  di telpon. Tiap responden memiliki respon yang berbeda-beda saat kita berbicara dengannya, walaupun seringnya empati dan kepedulian pada mereka sangatlah palsu. Terutama ketika menghadapi responden yang baik hati dan senang mengobrol dan kita sedang berada dalam mood yang bagus, rasanya senang sekali bisa mengobrol soal-soal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kita dalam kehidupan nyata. Saya senang sekali saat mendapat responden yang benar-benar peduli terhadap wawancara, membuat saya pun sepenuh hati mendengarkan mereka menceritakan pengalamannya sesuai dengan topik wawancara. Asal tidak kebablasan, karena terlalu ngalor-ngidul juga bikin kesal.</li>
<li>Mengalami berbagai hal lucu saat wawancara, baik karena menghadapi responden yang emosional, responden yang lemot dalam mencerna pertanyaan, dan tipe-tipe responden lainnya.</li>
<li>Belajar berpikir lebih cepat dalam merangkum seluruh pembicaraan responden, membuat catatan hasil-hasilnya, dan memberikan respon spontan pada tiap reaksi mereka dengan tepat dan sopan. Karenanya ketika wawancara harus selalu fokus dan menghadirikan keseluruhan diri kita di situ agar dapat mendengar semua pembicaraan dengan jelas dan merekamnya di kepala. Bisa melatih daya ingat juga.</li>
<li>Belajar menggunakan bahasa formal saat berkomunikasi. Ini penting saat kita akan sering bersinggunggan dengan rekan kerja atau partner/klien yang dituntut untuk selalu bersikap professional, terutama dalam berbicara dengan mereka secara langsung maupun melalui telpon.</li>
<li>Bercuap-cuap di telpon itu ternyata tidak semudah yang saya kira. Banyak etika dan SOP yang harus dituruti sesuai standar yang buat oleh perusahaan dimana kita bekerja/klien yang bekerja sama dalam wawancara. Tapi ini bisa memperlancar komunikasi secara umum juga, karena sebelumnya saya tidak terlalu fokus jika harus berbicara formal bersama orang lain.</li>
<li>Bercuap-cuap juga ternyata melelahkan juga, hehe. Tapi saya menjadi belajar bagaimana merancang strategi agar kegiatan ini tetap menjadi menyenangkan, sehat, dan tentunya menghasilkan duit buat saya.</li>
</ol>
<p>Apa lagi ya. Yang sempat terpikir saat ini baru segitu.</p>
<p>Lalu apa yang harus diperhatikan agar wawancara menjadi menyenangkan? Dan wawancara yang sesuai standar itu sebenarnya bagaimana? Itu sepertinya saya bahas di tulisan selanjutnya aja.</p>
<p>Yang kedua, saya tiba-tiba mendadak editor di penerbitan. Editor, yay! Walaupun masih latihan dan relawan, tapi ini juga hal baru yang menyenangkan. Saya belum pernah jadi editor di manapun. Ada seorang yang berbaik hati memberikan kesempatan agar saya belajar jadi editor. Karena baru mulai dan baru satu naskah yang sedang saya garap sekarang, jadi hal yang menyenangkan jadi editor adalah karena bisa membaca karya-karya orang lain secara gratisan dan mengemukakan pendapat mengenai karya tersebut (dengan final result-nya adalah layak atau tidaknya karya tersebut untuk diterbitkan). Sedangkan tidak menyenangkannya adalah, karena sebagai editor kita harus ‘memakan’ semua jenis karya, baik yang jelek minta ampun ataupun yang bagus kebangetan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan pekerjaan pertama saya adalah membaca sampai tamat sebuah teenlit remaja penuh nuansa romance yang iuh banget lah. Haha. Seumur-umur saya tidak pernah menyukai teenlit apalagi tentang cinta-cintaan ala sinetron. Setelah tamat baca, saya harus menyelesaikan tugas-tugas selanjutnya sebagai editor amatiran. Dan ini merupakan sebuah tantangan baru.  Tiba-tiba 24 jam sehari semakin singkat.</p>
<p>Tapi saya pasti bisa melakukannya.</p>
<p>Selamat menemukan dan mengerjakan hal-hal baru yang menyenangkan!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=807&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/16/hal-hal-baru-itu-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Birthday, Voldemort</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/11/happy-birthday-voldemort/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/11/happy-birthday-voldemort/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 06:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[happy birthday]]></category>
		<category><![CDATA[voldemort]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Happy birthday, Sir &#8211; you, whom unfortunately I couldn&#8217;t say your name. I&#8217;m so sorry because of my bad memory so I couldn&#8217;t remember the date and month you were born. But, happy birthday in 2013. May you and your family always be healthy and lived well. May your passion of life come true &#160;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=802&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Happy birthday, Sir &#8211; you, whom unfortunately I couldn&#8217;t say your name. I&#8217;m so sorry because of my bad memory so I couldn&#8217;t remember the date and month you were born. But, happy birthday in 2013.</p>
<p>May you and your family always be healthy and lived well. May your passion of life come true <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00058.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-803" alt="DSC00058" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00058.jpg?w=300&#038;h=240" width="300" height="240" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=802&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/11/happy-birthday-voldemort/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/05/dsc00058.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC00058</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TOP 5 MANGAKA TERKEREN DAN KARYANYA (18+)</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/10/top-5-mangaka-terkeren-dan-karyanya-18/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/10/top-5-mangaka-terkeren-dan-karyanya-18/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 10:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[genre]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[mangaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[Kalian suka baca manga (arti sederhananya : komik jepang) ? Di sela-sela kesibukan, walaupun bukan pengisi waktu prioritas tapi membaca manga yang unik itu cukup menyenangkan. Unik dalam persepsi saya di sini adalah topik-topik yang aneh atau tidak biasa, biasanya diusung oleh para penulis manga (mangaka) kontemporer dengan label adult/mature dan PG 18+. Manga, seperti &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/10/top-5-mangaka-terkeren-dan-karyanya-18/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=798&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kalian suka baca manga (arti sederhananya : komik jepang) ? Di sela-sela kesibukan, walaupun bukan pengisi waktu prioritas tapi membaca manga yang unik itu cukup menyenangkan. Unik dalam persepsi saya di sini adalah topik-topik yang aneh atau tidak biasa, biasanya diusung oleh para penulis manga (mangaka) kontemporer dengan label adult/mature dan PG 18+.</p>
<p>Manga, seperti yang saya baca dari sebuah ebook (Manga For Dummies) memiliki genre yang sangat banyak, tapi menurut saya, manga secara garis besar dipisahkan dalam 2 peruntukkan berdasarkan gender: cerita yang ditujukan untuk kaum perempuan (shoujo/josei) dan kaum lelaki (shonen/seinen). Shoujo/josei biasanya mengambil cerita dari sudut pandang perempuan, dan saya jarang menemukan jenis cerita yang bagus serta mendidik. Sedangkan shonen/seinen sebaliknya, mengambil sudut pandang lelaki, dan ini adalah genre favorit saya, entah kenapa bagi saya genre ini biasanya lebih realistis.</p>
<p>Walaupun dibagi dalam kategori berdasarkan gender, tapi sebenarnya manga ya bisa dinikmati dengan bebas tidak berbatas. Saya juga tidak membaca manga sesuai rekomendasi sesuai gender, biasanya hanya membaca satu-dua untuk perbandingan, lalu fokus pada cerita yang saya sukai tanpa menghiraukan genre. Dan ternyata saya lebih suka pada genre-genre shonen/seinen (shonen : kategori lelaki remaja, seinen : kategori lelaki dewasa).</p>
<p><span id="more-798"></span></p>
<p><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--></p>
<p>Nah, dari pengalaman saya membaca manga scan online (sekarang sudah bertebaran di mana-mana), saya punya 6 penulis manga favorit. Tidak semua karya mereka bagus menurut saya, tapi sebagian besar highly recommended dan bisa dijadikan referensi bagi yang suka membaca manga dengan gaya yang berbeda. Saya menyukai mereka karena, pertama, cerita dan ide-ide yang mereka tawarkan sebagian besarnya menarik dan tidak membosankan. Sekali membaca, tidak bisa berhenti. Kedua, karena artwork/gambar mereka yang sangat keren.</p>
<p>Trus, siapa saja mereka dan apa karya yang direkomendasikan? Ini dia (urutan tidak berarti prioritas) :</p>
<ol start="1">
<li><a href="http://myanimelist.net/people/14019/" target="_blank">Ha Il Kwon</a></li>
</ol>
<p>Mayoritas karyanya bercerita tentang kehidupan anak muda (abege sekolahan) dengan permasalahan-permasalahannya, kadang idenya sebenarnya standar dan sederhana tapi cara dia memvisualisasikannya tidak klise, menye-menye dan omg-so-shitentron banget seperti di genre-genre shoujo pada umumnya. Walaupun ada drama dan romance, tapi tidak sejijay yang bisa kita temukan di shoujo. Boleh dicoba ‘My Heart Is Beating’. Sejauh yang saya baca, Han Il Kwon sepertinya lebih banyak di rating remaja dan abege.</p>
<p><a href="http://myanimelist.net/people/6346/" target="_blank">2. Benjamin (Benjamin Zhang Bin)</a></p>
<p>Dua hal yang saya suka dari Benjamin adalah artworknya yang realis, menyerupai manusia dan kadang seperti lukisan cat minyak, dan ceritanya yang penuh metafora. Dan karena tema-tema yang diusung bukan tema yang mudah dicerna, walaupun dalam beberapa cerita tidak ada unsur violence dan sexual activities, tapi karyanya tetap ditujukan untuk kaum dewasa. Saya suka hampir semua karya-karyanya. Boleh dicoba “Savior” atau ‘One Day”. Karyanya belum terlalu banyak (sejauh yang saya temukan di internet) jadi boleh dicoba yang lainnya juga. Gambar-gambarnya super keren!</p>
<ol start="3">
<li><a href="http://myanimelist.net/people/2845/" target="_blank">Matsumoto Jiro</a></li>
</ol>
<p>Sudah jelas bahwa karya Matsumoto Jiro memang diperuntukkan bagi kaum dewasa, karena selain tema-temanya absurd dan tabu, juga konten seksualnya yang kental (kalau gak bisa dibilang pervert haha). Tapi yang saya suka dari beliau adalah ceritanya mayoritas berbentuk humor kelam atau satir, tentang sisi gelap manusia dicampur aduk dengan politik, isu gender dan isu-isu lainnya. Boleh dicoba “Netsutai No Citron” (Tropical Citron).</p>
<ol start="4">
<li><a href="http://myanimelist.net/people/3787/" target="_blank">Jo Chen</a></li>
</ol>
<p>Konon beliau adalah penulis manga yang brilian. Pernah bekerja sama dengan Joss Whedon (yang bikin Buffy the Vampire Slayer). Dan memang gambar-gambarnya keren, hampir mirip Benjamin. Tapi karyanya yang sudah dipublikasikan sangat sedikit dan yang bisa diakses gratis malah baru satu, ‘The Other Side of The Mirror’. Terus terang, saya suka Jo Chen terutama karena gambarnya saja sih. Seperti melihat berbagai lukisan manusia yang super detail dan indah.</p>
<ol start="5">
<li><a href="http://myanimelist.net/people/1919/" target="_blank">Usamaru Furuya</a></li>
</ol>
<p>Saya suka semua karyanya. Walaupun gambarnya tidak sebagus Benjamin atau Jo Chen, tapi cerita-ceritanya sangat kuat, dengan gaya kontemporer yang tidak dimiliki oleh mangaka lainnya. Kadang-kadang, ceritanya bikin sakit secara psikologis tentang kehidupan manusia dari berbagai aspeknya. Di ‘Litchi Hikari Club’ beliau menggambarkan sekelompok remaja pelajar yang dipenuhi gagasan euforia perubahan dunia dan mengekspresikan cita-citanya tersebut dengan cara-cara yang sakit (sepertinya mencontoh gagasan nazi di era hitler), atau penuh taburan metafora seperti di ‘Palepoli’.  Jelas sekali bahwa karyanya ditunjukkan bagi pembaca dewasa, terutama Litchi Hikari Club yang kental unsur seksual, gore, dan homoseksual-nya. Kadang saya sendiri tidak menganggap jika manga beliau untuk having fun saja, tapi malah berpikir dan terlalu berat, hehe. Cobalah dua manga itu dan satu lagi, “Kanojo wo Mamoru 51 no Houhou”. Keren dari awal sampai akhir.</p>
<p>Sebenarnya, masih ada beberapa manga yang lain yang pernah saya baca, dan bagus sekali. Tapi tidak bisa saya tuliskan di sini semua, kadang sudah banyak lupa, dan biasanya saya tidak ingat dengan penulisnya.</p>
<p>Jadi, anda punya rekomendasi yang lain? Silakan di bagi !</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=798&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/10/top-5-mangaka-terkeren-dan-karyanya-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontemplasi Biru</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/06/kontemplasi-biru/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/06/kontemplasi-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 13:58:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[biru]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=791</guid>
		<description><![CDATA[Once we were standing still in time Chasing the fantasies that filled our minds You knew how I loved you, but my spirit was free [Do you know where you're going to. Mariah] Bertahun lampau, ketika masih berusia sekitar 12 tahun, saya bertemu seorang anak lelaki yang mengenalkan saya pada rasa-rasa terhadap lain jenis. Mungkin &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/06/kontemplasi-biru/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=791&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Once we were standing still in time</em></p>
<p><em>Chasing the fantasies that filled our minds</em></p>
<p><em>You knew how I loved you, but my spirit was free</em></p>
<p><em> [Do you know where you're going to. Mariah]</em></p></blockquote>
<p>Bertahun lampau, ketika masih berusia sekitar 12 tahun, saya bertemu seorang anak lelaki yang mengenalkan saya pada rasa-rasa terhadap lain jenis. Mungkin orang bilang sebagai cinta monyet, sebuah rasa yang disucikan dari hasrat purba dan keinginan memiliki. Dunia seperti menjelma menjadi tempat paling indah untuk ditinggali dan peningkatan semangat hidup untuk segera menghadapi hari esok dan melakukan banyak hal dengan optimis. Tidak peduli pada rasa dia, tapi yang menjadikan indah adalah rasa yang ada pada diri sendiri. Dan itu saja sudah cukup.</p>
<p>Kesenangan itu timbul dari hal-hal yang kecil saja; bila melihat dia, bila bisa bertegur sapa. Hanya itu saja. Tidak pernah memikirkan hal yang lebih dari itu. Pada saat itu, saya tak pernah banyak cerita pada siapapun, dan mungkin memang sudah sewajarnya bila seorang anak perempuan menyukai anak lelaki di dekatnya. Dia menarik karena tampak cerdas (saya kemudian sadar bahwa saya seringkali tertarik pada orang-orang yang cerdas), dan dia laksana arjuna diantara ribuan lelaki kampung yang biasa-biasa saja. Bersinar sendirian, seperti cerita-cerita di sinetron tentang seorang lelaki kota yang bertandang ke sebuah kampung kecil dan menjadi rebutan gadis-gadis kampung yang lugu. Tapi saya terlalu tidak percaya diri dan menyimpan kekaguman itu untuk dinikmati sendiri. Ini persoalan saya dan diri saya sendiri.</p>
<p><span id="more-791"></span></p>
<p>Kemudian, apa yang paling membahagiakan selain mengetahui bahwa ternyata dia memiliki rasa yang sama? Saat itu saya berpikir, ternyata begitulah rasanya. Senang, tapi tidak dapat memikirkan apa-apa selain mengeluarkan rona-rona merah sambil mengutuki jantung yang sering berdebar tak karuan jika dia muncul di hadapan. Tetapi semua berjalan sederhana saja, tidak ada gombalan cinta, janji-janji, atau komitmen apapun yang tidak saya pahami. Mungkin karena kami masih kanak-kanak jadi perasaan itu hanyalah sekilas penghangat hati dan penghiburan otak.</p>
<p>Kami berteman baik. Karena dia melanjutkan sekolah di tempat yang sangat jauh, saya jarang bertemu dengannya. Pada saat itu belum ada HP atau alat komunikasi jarak jauh yang saya miliki, jadi semua komunikasi terputus. Kami hanya bertukar foto (sekarang saya tersenyum-senyum jika mengenangnya). Tapi tiap setahun sekali pada liburan idul fitri dia datang ke rumah. Kadang sendirian, kadang bersama kakak perempuannya. Dia mengobrol bersama kedua orang tua saya. Dan saya juga mengenal baik ibunya dan seluruh saudara-saudaranya. Mereka selalu mengundang saya untuk datang jika berada di kampung, dan mengobrol layaknya sahabat lama.</p>
<p>Setelah bertemu, saya sering merasakan rindu. Tapi seluruh perasaan itu tak pernah membabi buta, saya hanya merasakan semangat hidup untuk menjadi seseorang yang berbeda dan menjadi hebat seperti dirinya. Saya juga tak pernah menunggu dia, tapi selama hampir sepuluh tahun saya tak pernah menyukai anak lelaki lain. Saya tidak paham kenapa ini bisa terjadi, tapi saat pada akhirnya berada di Bandung –kota tempat tinggalnya, saya tak pernah bertemu dengannya lagi. Dan kenangan masa kecil kami membias dalam lembaran-lembaran usang saat kami mendewasa.</p>
<p>Pada akhirnya, setelah hampir sepuluh tahun, saya bertemu dengannya untuk pertama kali setelah kami menjadi lebih dewasa. Rasa panik dan grogi masih ada, tapi rasa-rasa di masa kecil itu sudah tak ada lagi. Bagi saya, dia seorang lelaki yang hebat, dan saya bisa tersenyum mantap saat melihat wajahnya –sebuah keberanian yang baru muncul setelah saya benar-benar tak lagi menganggapnya sebagai lelaki pujaan hati impian masa kecil yang tak kan pernah saya lupakan. Sekarang wajahnya semakin memudar, tapi saya senang karena dia sudah berbahagia. Dia sudah menikah, dan dia mengatakan bahwa saya pun harus berbahagia juga.</p>
<p>Banyak pria-pria yang saya anggap keren pada masa-masa dimana saya hanya memikirkan pendidikan. Energi saya terkuras habis untuk pencapaian hidup yang menyingkirkan keinginan untuk direpotkan dengan hubungan-hubungan yang pada waktu itu sering saya tertawakan. Hampir seluruh teman perempuan menceritakan pahit-manisnya berpacaran, dan saya selalu menertawakan mereka dengan bersumpah bahwa saya tak punya waktu untuk itu. Saya juga ingin, tapi saya lebih suka menjadikannya sebagai penghiburan semata dan lebih suka bebas menyukai siapa saja yang saya anggap keren pada saat itu. Pria-pria keren itu mungkin tak pernah tahu atau mengenal saya yang menyukai mereka, tapi masa bodoh, saya tak memikirkan apakah mereka akan menyukai saya juga. Saya tertawa, dan kelak ternyata saya akan termakan oleh tertawaan diri sendiri karena berurusan dengan hasrat purba dan keinginan memiliki seseorang.</p>
<p>Sampai pada suatu saat ketika saya merasa semakin dewasa dimana tiba-tiba saya menjelma menjadi seseorang yang selalu berpikir rumit, terutama tentang masa depan dan sosok lelaki yang saya inginkan, saya bertemu seorang lelaki yang saya sebut sebagai lelaki jahat tukang tebar pesona yang mana saya terjerat oleh selintas pesonanya. Sebuah pengalaman yang aneh, pertemanan yang singkat, dan tiba-tiba semua menjadi sebuah drama yang mengubah hidup saya keseluruhannya. Saya menyukai dia, secara sepihak, dan itu sungguh merepotkan penuh tangisan. Saya mulai berkeinginan untuk menerima perasaan yang sama, dan saya pun terbelenggu. Kebebasan yang dulu saya dapat saat menyukai seseorang tanpa tendensi apa-apa, sekarang telah berubah.</p>
<p>Saya jatuh meraung-raung saat dia meninggalkan saya begitu saja, karena dia tahu saya menyukainya dan dia pergi untuk menghindari hal-hal yang lebih parah lagi. Pergi begitu saja, tanpa pernah berkomunikasi lagi, sehingga saya merasa dia amat kejam dan tidak berperasaan. Lama berselang, dia pernah menulis hal itu dengan amat panjang, dan saya pun akhirnya bisa merasa tenang seperti semula dengan menulis sebuah surat kepadanya. Itulah pembebasan jiwa saya, dan sampai saat ini saya berpikir bahwa dia tidaklah jahat. Saya bisa mengerti. Dia justru seseorang yang baik –dia pergi karena tidak ingin membuat saya lebih menderita dengan harapan-harapan kosong jika kami masih berdekatan.</p>
<p>Saya tak bisa menyebut rasa-rasa itu sebagai cinta. Entah apa, tapi kadang sebagiannya sangat menyenangkan. Saya tak pernah menyukai seseorang yang menggombali saya dengan hujanan kata-kata cinta atau berbagai janji manis seperti kampanye para calon pemimpin, bahkan karena sudah terbiasa dengan hal itu, kadang saya geli dengan kawan-kawan di sekeliling saya yang memanggil kekasih-kekasih mereka dengan ‘sayang’ atau ‘cinta’, entah kenapa terasa begitu muluk. Lagi-lagi, kelak saya akan termakan oleh pemikiran saya sendiri.</p>
<p>Dan, sekarang saya tahu bagaimana rasanya menginginkan seseorang sedemikian rupa sehingga menghilangkan akal sehat serta seluruh ideologi yang menempel di kepala sejak kecil. Seperti seorang perempuan bernama Echo dalam mitologi Yunani yang mengikuti Narsisus –lelaki yang hanya mencintai dirinya sendiri, sampai hilang raganya dan tinggal suaranya saja memanggil Narsisus yang tak pernah mempedulikannya. Seperti mengejar sebuah bayangan dengan keras kepala, dengan sebuah rasa yang sudah tak sehat lagi. Mungkin umur bisa mempengaruhi seseorang sedemikian keras kepala, atau mungkin terlalu banyak menonton film drama korea dan membaca manga Jepang? Haha!</p>
<p>Saya tak pernah menyesal dengan apapun rasa-rasa itu, karena rasa sesal akan menghabiskan energi lain dengan sia-sia. Tapi saya berterimakasih kepada orang-orang hebat yang pernah hadir dalam hidup saya dan mengajarkan berbagai macam hal. Masa kecil yang ajaib, masa muda yang hampir saja saya lupakan tanpa sempat berhura-hura, dan masa-masa kini yang banyak mengubah pemikiran serta cara pandang saya terhadap kehidupan. Semua ini belumlah selesai, proses masih terus berlanjut, dan apapun langkah yang saya pilih adalah tanggung jawab saya sendiri.</p>
<p>Maka jika saya tak juga berubah, saya patut menertawakan diri sendiri. Jika masih mengeluh, maka saya hanyalah orang bodoh yang jatuh ke lobang yang sama berulang kali. Kapan akan berubah?</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='600' height='368' src='http://www.youtube.com/embed/RZ_d26BpuD0?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=791&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/05/06/kontemplasi-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Little Red Riding Hood (Bagian 1)</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/21/little-red-riding-hood-bagian-1/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/21/little-red-riding-hood-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 15:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[hc andersen]]></category>
		<category><![CDATA[little red riding hood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[(Cerita ini adalah gubahan seenaknya dari judul dongeng yang sama karya Hans Christian Andersen. Sebagaimana Jin Roh – The Wolf Brigade, sebuah anime psikologis yang juga menyisipkan kisah itu dengan amat cantik. Saya sangat suka cerita –cerita Andersen, terutama Gadis Penjual Korek Api) Anak perempuan itu bernama Merah. Dia percaya, bahwa sejak lahir dia telah &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/21/little-red-riding-hood-bagian-1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=789&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Cerita ini adalah gubahan seenaknya dari judul dongeng yang sama karya Hans Christian Andersen. Sebagaimana Jin Roh – The Wolf Brigade, sebuah anime psikologis yang juga menyisipkan kisah itu dengan amat cantik. Saya sangat suka cerita –cerita Andersen, terutama Gadis Penjual Korek Api)</p>
<p>Anak perempuan itu bernama Merah. Dia percaya, bahwa sejak lahir dia telah dipersiapkan untuk menguasai dunia. Dia belum tahu kenapa begitu, tetapi dia tetap akan menerimanya. Dia mencintai hidupnya dengan tulus, dan dunianya adalah apa yang bisa dia lihat di sekelilingnya saat itu. Kehidupan memang seperti ini, pikirnya. Jadi dia pun akan menjalaninya seperti yang telah dijalani orang-orang. Dia sangat suka sekolah, dan dia mempercayai para guru.</p>
<p>Suatu hari, saat dia sudah cukup umur untuk bepergian sendiri, dia meminta ijin kepada orang tua dan gurunya untuk melakukan perjalanan panjang mengunjungi neneknya di kota sebelah. Kota yang belum pernah dia lihat seumur hidupnya. Sebelum pergi, gurunya memberikan sebuah kain merah yang kemudian disampirkan di atas kepalanya. “Jangan dilepas, ini adalah dirimu. Kau adalah Merah, dengan ini kau akan mudah dikenali” kata gurunya. Kain merah itu adalah identitasnya, dan bersenyawa dengannya seumur hidup.</p>
<p>Lalu, gurunya memberikan sebuah buku tebal, “mapping kehidupan”kata gurunya. “Dengan buku ini kau tidak akan tersesat dalam perjalanan. Di situ ada peta, keterangan –keterangannya, dan segala macam aturan serta petuah menghadapi para penjahat kehidupan. Kau adalah seorang wanita. Di luar sana, banyak pemangsa ganas yang akan mengincarmu”lanjut sang guru. Merah sangat girang, “ah iya, aku butuh ini agar bisa selamat” sahutnya dengan kegirangan khas orang-orang muda.</p>
<p>“Dan ingat satu hal penting, saudariku”gurunya menatapnya tajam. “Ingatlah satu nama yang tidak boleh sekali –kali kau mendekat padanya : serigala”.</p>
<p><span id="more-789"></span></p>
<p>“Serigala? Kenapa?”tanya Merah dengan penuh minat.</p>
<p>“Serigala adalah makhluk pemangsa yang kejam. Jika kau bertemu dengannya di hutan, kau akan dimangsa olehnya. Oleh Karena itu, berhati –hatilah. Jangan sampai tersesat, agar kau tidak bertemu dengannya”</p>
<p>“Apakah dia sejahat itu? Adakah makhluk sejahat itu di dunia ini?”</p>
<p>“Iya. Jadi berhati –hatilah. Jangan terpisah dari rombongan, ya. Carilah teman yang  banyak di jalan. Mereka akan melindungimu”.</p>
<p>Merah mengangguk mantap. Baik, tetap pada rombongan. Tetap pada jalan lurus agar tidak tersesat, tetap mengenakan kain merah ini, tetap berpanduan pada buku ini, maka selamatlah aku sampai rumah nenek. Tampaknya tidak terlalu sulit, Merah berkata –kata dalam hatinya.</p>
<p>Tapi, pikirnya kemudian, serigala itu, seperti apakah gerangan dia?  Tiba –tiba saja sebuah sensasi aneh melandanya.</p>
<p>Merah akhirnya berangkat dengan segala perlengkapan, petuah dan kain penanda yang diberikan gurunya. Dia berangkat dari terminal di kotanya, bersama serombongan orang dalam bis besar.</p>
<p>Dia banyak bertemu orang baru di bis itu. Banyak pengamen, pengemis, tukang jualan, dan lain –lainnya. Tapi karena dia tetap waspada dan sangat berhati –hati, dia hanya mengobrol dengan orang yang tampaknya baik. Dia mendapatkan banyak teman baru. Orang –orang yang beragam. Sebagiannya mengejutkan dia. Dia merasa menjadi mengecil seperti sebutir pasir saat mengetahui bahwa dunia lebih besar dari apa yang ada dalam pikirannya selama ini.</p>
<p>Sepanjang perjalanan dia membaca buku pemberian gurunya, menghapalkan peta, dan menerapkan aturan –aturan dalam perjalanan. Semua tampak begitu menyenangkan, begitu benar, begitu sempurna.</p>
<p>Lalu Merah turun di terminal luar kota, dan berganti transportasi beberapa kali. Maklum neneknya tinggal di sebuah dusun yang sangat terpencil sekali. Dia harus melewati sebuah hutan kecil di pinggir kota, dan jarang ada transportasi yang lewat di sana. Merah pun berjalan kaki melintasi hutan, bersama sekelompok buruh yang baru pulang dari pabrik. Sambil sesekali mengabari keluarganya, dia mengobrol dengan kelompok buruh itu. Mereka berkata padanya, “jangan menjauh dari kami, Merah. Tetaplah bersama –sama, agar aman”.</p>
<p>Lama –lama, Merah merasa sangat lelah. Perjalanan itu seperti tak ada akhirnya. Dia mulai  bosan mendengarkan cerita –cerita mereka. Langkahnya makin pelan saja, sementara mereka terus berjalan menjauh darinya. Pada mulanya, beberapa dari mereka menunggunya sampai ia bisa menyusul, bahkan menarik tangannya untuk terus berjalan. Tetapi karena Merah sering sekali berhenti, akhirnya ia makin tertinggal di belakang. Terus tertinggal.</p>
<p>Dan dia baru sadar bahwa kini ia sendirian saat hari mulai gelap.</p>
<p>Merah ketakutan. Ia berlari. Lalu jatuh di pinggir jalan. Saat ia mengangkat muka, di depannya terbentang 2 jalan. Rupanya jalan itu bercabang, dan masing –masingnya nyaris sama. Gawat, pikirnya. Tadi orang –orang itu lewat mana? Apakah lurus saja atau belok ? Dia segera membuka ensiklopedi pemberian gurunya. Menurut perkiraannya, seharusnya dia lurus saja. Tapi tiba –tiba dia penasaran, ada apa dengan jalan satunya lagi? Apakah itu akan mengantarkannya ke tempat yang sama dengan rute yang berbeda, atau justru akan menyesatkannya?</p>
<p>Sedang kebingungan seperti itu, samar –samar dia melihat sesosok bayangan di hadapannya. Tepat di arah belokan jalan.</p>
<p>Itulah dia. Seorang laki –laki dengan kulitnya yang putih bersih laksana salju. Matanya bercahaya dalam kegelapan dengan seringainya yang mewah. Seperti sihir. Berdiri dengan penuh wibawa. Memperhatikan dia.</p>
<p>Merah terpana menyaksikan sang pria tanpa prasangka sedikitpun. Akhirnya ada orang! Serunya dengan gembira, dalam hati.</p>
<p>Tapi tiba-tiba dia teringat perkataan gurunya. Bagaimana jika dia orang jahat? Bagaimana kalau terjadi hal yang buruk ?</p>
<p>“Kelihatannya kau tersesat”suara sang pria bergaung dalam sunyinya hutan.</p>
<p>Merah mengangguk dengan hati-hati sekali. “Saya sedang dalam perjalanan ke rumah nenek saya di desa seberang. Maaf, anda siapa?”.</p>
<p>“Saya juga sedang dalam perjalanan. Apa kau sendirian?”</p>
<p>“Saya bersama teman –teman. Mereka ada di depan, saya akan segera menyusul mereka”jawabnya dengan waspada.</p>
<p>“Baguslah. Segeralah susul teman –temanmu. Dan berhati –hatilah. Semoga kau baik –baik saja dan selamat sampai tujuan. Tadi kulihat mereka melewati jalan itu”lelaki itu menunjuk ke jalan lurus di depan Merah.</p>
<p>“Terima kasih, Tuan”Merah menganggukkan kepalanya. Dia tidak tahu apakah lelaki itu jahat atau tidak. Tapi mungkin aku bisa percaya pada dia, pikirnya. Saat laki –laki itu membalikkan tubuh hendak meninggalkannya, dia memanggilnya.</p>
<p>Laki –laki itu menoleh.</p>
<p>“Tuan, apakah anda tahu jalan yang satu lagi itu menuju ke mana?” rasa penasaran membelenggu akal sehatnya. Dia ingin tahu, dengan amat sangat.</p>
<p>Laki –laki itu menatapnya dengan tajam. “Kau lihat jalan yang belok ini, kau tak akan pernah tahu apa yang ada di ujungnya kan? Atau apa yang bisa kau temukan di sisi –sisinya”</p>
<p>“Saya sebenarnya ingin tahu akan berakhir dimana jalan yang belok itu. Mungkin saya bisa ke rumah nenek lebih cepat, dan saya bisa menemukan banyak hal baru di jalan nanti. Saya sudah agak bosan dengan pemandangan di sini. Tapi saya ingin memastikan bahwa jalan tersebut aman untuk saya”.</p>
<p>“Aku tidak bisa bilang kalau kau boleh memilih jalan pintas. Kau bisa tersesat, dan itu akan membuatmu semakin lama tiba di rumah nenekmu. Dan, jika kau tersesat, kau mungkin akan menemukan sesuatu yang berbahaya. Aku rasa sebaiknya kau memilih jalan yang sudah biasa dilalui orang-orang. Hal paling buruk adalah kau tidak akan menemukan jalan pulang. Jangan mencoba sesuatu yang tidak kau yakini keamanannya, sebab resikonya besar. Kau masih terlalu muda”.</p>
<p>Lelaki ini berkata benar, pikir Merah. “Maksud anda, sesuatu yang berbahaya itu adalah serigala?“</p>
<p>“Mungkin saja?” lelaki itu tersenyum kecil.</p>
<p>“Tapi sebenarnya, saya ingin tahu sebenarnya serigala itu seperti apa” katanya. Dan satu langkah yang mendekat pada pria itu adalah satu keputusan besar yang akan mengubah hidupnya. Ketakutan adalah sumber sensasi anehnya yang tiba –tiba meliar. Ada sesuatu yang menariknya,melebihi dari apa yang bisa dipikirkannya. Keterpesonaan yang menyesatkannya pada langkah pertama menuju belokan.</p>
<p>Gurunya memberinya peringatan untuk berhati –hati pada serigala. Ada suatu ketertarikan justru pada peringatan itu, seperti apa jika ia sudah bertemu dengannya? Ia ingin ditemukan olehnya.</p>
<p>Tapi Merah tak bisa mengejar langkah si pria berkulit putih yang telah jauh meninggalkannya. Dia akan mengikuti jejak kakinya, tapi ia hanya menemukan jejak kaki serigala. Ia berdiri di tengah hutan, tercenung menemukan dirinya telah tersesat pada kecintaan yang tak masuk akal. Itu sesuatu yang baru, dan ia tak bisa mengendalikan dirinya.</p>
<p>Sejenak dia berhenti berjalan, membalikkan tubuh ke arah jalannya semula. Ia merindukan kebaruan. Tapi ia tak pernah benar –benar yakin telah dekat pada kebenaran. Ia sendiri belum tahu. Ia harus memutuskan untuk kembali, agar bisa sampai ke rumah neneknya, atau melanjutkan langkah untuk ditemukan oleh serigala-nya.</p>
<p>Sedangkan malam mulai turun.</p>
<p>(Bersambung)</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=789&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/21/little-red-riding-hood-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>P M S</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/06/p-m-s/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/06/p-m-s/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Apr 2013 07:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Saya jarang tertarik membicarakan PMS (premenstrual syndrome) secara medis. Yang bisa saya katakan dan percayai tentang PMS adalah bahwa itu adalah sebuah kondisi dimana seorang perempuan menjadi sangat menyebalkan dunia akhirat. PMS bisa dijadikan permakluman atau alasan yang mudah diterima dimana kita bisa marah-marah atau bête tanpa alasan yang jelas atau dengan alasan remeh temeh &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/06/p-m-s/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=786&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jarang tertarik membicarakan PMS (premenstrual syndrome) secara medis. Yang bisa saya katakan dan percayai tentang PMS adalah bahwa itu adalah sebuah kondisi dimana seorang perempuan menjadi sangat menyebalkan dunia akhirat. PMS bisa dijadikan permakluman atau alasan yang mudah diterima dimana kita bisa marah-marah atau bête tanpa alasan yang jelas atau dengan alasan remeh temeh saja setiap bulannya. Setiap bulan! Dan, PMS itu sangat-sangat-sangat mengerikan. Dia sudah menyebabkan saya kehilangan blog pertama kesayangan (isinmawa) yang saya hapus semena-mena begitu saja pada saat sedang PMS hanya karena sebuah alasan yang tidak masuk akal, bertahun-tahun yang lalu.</p>
<p>Tuh kan, saya menyalahkan si PMS.</p>
<p>Menurut sumber di <a href="http://www.emedicinehealth.com/premenstrual_syndrome_pms/article_em.htm">sini</a>, PMS adalah semacam kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan. Gejala ini biasanya terjadi pada 2 minggu menjelang menstruasi, makin memburuk pada 2-3 hari sebelum menstruasi dan akan sembuh pada hari pertama perempuan mengeluarkan darah menstruasinya. Sampai definisi ini, saya berpikir ya bener banget! Mungkin kebanyakan perempuan mengalami gejala-gejala tersebut pada waktu yang sama.</p>
<p><span id="more-786"></span></p>
<p>Setelah saya membaca tentang PMS, tiba-tiba saya merasa bahwa sepertinya PMS itu adalah sebuah gangguan kesehatan (terutama mental) yang sangat buruk sekali. Dan itu juga terjadi kepada saya sendiri. Beberapa orang (lelaki dan perempuan) selalu mengatakan bahwa mereka memaklumi perubahan kelakuan-kelakuan perempuan pada saat PMS, sehingga hal tersebut patut dimaafkan walaupun mungkin tetap menyebabkan masalah di sana-sini, terutama menyangkut hubungan antar manusia.</p>
<p>Seburuk apa sih PMS itu? Sebagai pengidap PMS, bisa saya katakan seperti ini: bayangkanlah tiba-tiba pada suatu hari menjelang menstruasi setiap bulannya, kita menjadi sangat sensitif terhadap segala hal yang terjadi di sekeliling kita. Segala hal yang biasanya tidak berdampak apa-apa, menjadi terlihat buruk dan membuat kita emosi sampai tidak bisa mengontrol diri. Ada teman yang  bermaksud bercanda, bisa bikin bête. Ada kesalahpahaman sedikit, bikin muka cemberut dan ingin marah meledak-ledak, prasangka buruk bertebaran, mudah tersinggung oleh hal yang sangat tidak penting, kemarahan yang memuncak ini kadang bisa membuat kita ingin menyingkir dari orang-orang dan melakukan hal-hal yang bersifat destruktif tanpa berpikir panjang yang lantas disesali sesudahnya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tapi kemudian saya berpikir, sampai kapan hal menyebalkan ini akan terus terjadi? Sampai menopause? Mengerikan sekali. Menstruasi sendiri sudah menyebabkan kondisi fisik jadi payah, ini ditambah dengan gejala-gejala seperti itu, sungguh tidak menyenangkan. Sama tidak menyenangkannya di mana dalam setiap bulannya kita didera migren yang hebat di sekeliling kepala sampai rasanya lebih baik dicopot saja kepalanya, mulas kecil yang berdenyut-denyut tanpa henti yang terasa dari ujung kepala sampai ujung kaki, produksi keringat yang berlebihan sampai harus mandi lebih sering (bahkan memakai deodoran bagi yang tidak pede), rasa gerah yang berlebihan, dan rasa sensitif (mudah sakit) di sekitar perut sampai lutut.</p>
<p>Sungguh, itu adalah kenikmatan yang luar biasa bagi perempuan!</p>
<p>Kemudian ada teman mengatakan bahwa gejala PMS itu hanyalah mitos saja. Karena ternyata ada beberapa perempuan yang tidak mengalaminya (mungkin mengalami tapi tidak terlalu terlihat efeknya). Sebenarnya, gejala-gejala itu seperti sugesti saja karena seolah telah menjadi budaya dalam kehidupan perempuan, padahal pada akhirnya itu tergantung pada kepribadian si perempuan juga dalam mengatur emosi-emosinya. Saya berusaha mempercayai itu, tapi tetap saja ada saatnya dimana  pre-menstrual ini benar-benar terasa berat, apalagi ketika sedang terlalu cape dan agak stress (dengan hal apapun).</p>
<p>Cara terbaik menelurusi asal mula PMS ini adalah dengan mencari penyebab orisinilnya. Tapi ternyata, dibeberapa artikel, disebutkan bahwa penyebab PMS sebenarnya masih belum diketahui. Nah, lho, kalau PMS bisa didefinisikan secara medis, kenapa penyebabnya tidak jelas begitu? Tapi ada beberapa faktor yang konon katanya dicurigai sebagai penyebab PMS, saya rangkum dari <a href="http://www.mayoclinic.com/health/premenstrual-syndrome/DS00134/DSECTION=causes">sini</a> dan <a href="http://bodyandhealth.canada.com/condition_info_details.asp?disease_id=227">sini</a> sebagai berikut :</p>
<ol start="1">
<li>Siklus perubahan-perubahan hormon</li>
<li>Depresi, stres</li>
<li>Perubahan kimiawi di otak</li>
<li>Pola makan yang buruk</li>
<li> Kekurangan vitamin dan mineral</li>
<li>Kopi dan kafein</li>
</ol>
<p>Nah, nah, sepertinya saya kena di bagian stress dan hal-hal yang berhubungan dengan makanan, haha. Jadi sebenarnya, seperti yang sudah sering saya tulis sebelumnya, bahwa kunci untuk bertarung dengan PMS ini tetap ada pada :</p>
<ol start="1">
<li>Melakukan hal-hal yang menyenangkan yang bisa membuat kita rileks dengan pelepasan dari otak. Buat saya sih biasanya bisa dilakukan dengan menulis, menonton film  rame-rame dengan geng teman perempuan di kamar, tidur, dan lain sebagainya.</li>
<li>Pola makan yang sehat dan teratur</li>
<li>Olahraga yang bisa mengeluarkan banyak keringat.</li>
</ol>
<p>Oya, ada artikel menarik di <a href="http://softcup.com/blog/dr-ko-says-five-creative-ways-beat-pms">sini</a> tentang cara-cara kreatif menghadapi PMS. Sebagiannya saya setuju, tapi satu hal yang sangat tidak saya setujui yaitu :<em> </em></p>
<blockquote><p><em>Cuddle up on the couch with a box of tissues and watch a tear-jerker. Having a good cry just might make you feel better. And a sad movie is the perfect excuse!</em>.</p></blockquote>
<p>Sebenarnya, kalau ingin merasa lepas dengan mengeluarkan air mata sebanyak-banyaknya ya tidak perlu bermelow-melow ria dengan menonton film drama tragis yang tidak mendidik. Buktinya, saya sering melihat film drama mellow malah makin mellow dan tidak mengurangi kehebohan PMS sama sekali. Tidak usah menangis sebenarnya, karena kadang perempuan itu bisa menangis tiba-tiba tanpa harus ada trigger apapun terlebih dahulu. Jadi, menonton drama mellow saat PMS? Hell no!</p>
<p>Well, ternyata ingin tetap keren saat PMS itu tidak mudah juga. Yang paling buruk itu adalah saat ingin merusak sesuatu untuk merasa lebih baik, duh, parah sekali. Makanya ketika gejala-gejala bulanan sudah mulai datang, biasanya ingin segera mulai menstruasi, karena pada saat beberapa hari di awal menstruasi dimana darah keluar sangat banyak, rasanya begitu lega seolah semua emosi dan hal-hal mengesalkan itu keluar semua dari dalam otak dan tubuh, haha.</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=786&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/06/p-m-s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya, Saya Bisa Membaca Peta</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/01/akhirnya-saya-bisa-membaca-peta/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/01/akhirnya-saya-bisa-membaca-peta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 14:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[google maps]]></category>
		<category><![CDATA[peta]]></category>
		<category><![CDATA[tersesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Tidak. Padahal sebenarnya saya bohong Ini mungkin bukan hal yang besar, sebenarnya, tapi buat saya pribadi yang tidak bisa membaca peta sama sekali dan sangat super-super malas mempelajari dan memfungsikan gadget, mencoba hal yan g paling sederhana tentang caranya mencari jalan ke tempat kos saya di Bandung tanpa tersesat ini merupakan sebuah pengalaman baru. Sebenarnya &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/01/akhirnya-saya-bisa-membaca-peta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=779&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak. Padahal sebenarnya saya bohong <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 367px"><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/04/images-2.jpg"><img class="size-full wp-image " id="i-780" alt="Image" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/04/images-2.jpg?w=357" width="357" height="327" /></a><p class="wp-caption-text"><a href="http://www.weknowmemes.com" rel="nofollow">http://www.weknowmemes.com</a></p></div>
<p style="text-align:center;">
<p>Ini mungkin bukan hal yang besar, sebenarnya, tapi buat saya pribadi yang tidak bisa membaca peta sama sekali dan sangat super-super malas mempelajari dan memfungsikan gadget, mencoba hal yan g paling sederhana tentang caranya mencari jalan ke tempat kos saya di Bandung tanpa tersesat ini merupakan sebuah pengalaman baru.</p>
<p><span id="more-779"></span></p>
<p>Sebenarnya di HP saya ada beberapa fitur untuk melihat peta dan menunjukkan arah, salah satunya yang terkenal adalah google maps. Saya baru bisa menggunakan google maps saja. sekarang saya sudah bisa melihat manfaat yang paling simpel dari fitur tersebut, yaitu rute paling efektif dari sebuah tempat ke tempat lainnya, jarak tempuh dan estimasi waktunya.</p>
<p>Pada awalnya saya tetap tidak paham bagaimana rute-rute itu karena hanya berbentuk gambar dan keterangan-keterangan jalan yang tidak terlalu detail. Tidak tahu tempat apa itu, harus belok ke kanan atau ke kiri, ya serba membingungkan. Dari jaman dulu memang saya tidak bisa mengerti peta sedikitpun. Atau juga penunjuk arah/jalan. Jika ada orang memberikan rute menuju sebuah tempat menggunakan gambar-gambar, saya tetap saja tersesat. Saya lebih mudah menghapalkan rute kendaraan umum saja (misal angkot).</p>
<p>Nah, ternyata maps yang ada di HP saya ini canggih juga (atau sebenarnya mungkin udah dari jaman kapan ya canggih, saya saja yang ketinggalan jaman). Di situ bisa terlihat nama jalan yang harus dilalui dan keterangan belok kanan, kiri atau lurus. Detail sekali. Saya temukan itu di ‘direction list’. Dan ternyata ajaib sekali! Karena dengan mudah saya bisa menemukan jalan yang benar menuju ke tujuan tanpa keraguan dan ke-tersesat-an seperti biasanya!</p>
<p>Jadi kemarin itu saya baru balik ke bandung lagi dari Ciamis, bersama sang adik dengan menaiki motor untuk menghindari macet. Sampai memasuki Cibiru, semua lancar-lancar saja karena rutenya memang gampang. Tapi ketika sudah berada di dalam kota, berhubung saya sendiri adalah penduduk kota Bandung palsu dan amatiran, maka kami pun sama-sama bingung. Apalagi dengan kondisi hujan lebat.  Mungkin karena kepepet dan kesal berkepanjangan, saya terpaksa menggunakan google maps yang seumur-umur tidak pernah menarik minat saya.</p>
<p>Pertama-tama, saya mencari direction dari tempat saya saat itu menuju ke wilayah tujuan. Dan setelah tampak di layar, maka saya memilih ‘direction list’ dan keluarkan nama jalan detil beserta rambu-rambu turn left, right atau lurus, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Dan kami berhasil mencapai tempat tujuan dengan sukses.</p>
<p>Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan.</p>
<p>Tapi, kalau membaca dari peta langsung, saya tetap tidak bisa ternyata <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Orang lain sudah kemana, saya masih bingung dengan google maps :&#8217;(</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=779&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/04/01/akhirnya-saya-bisa-membaca-peta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/04/images-2.jpg?w=357" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serigala, Kodok, dan Kerudung Merah di Akhir Dunia</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/26/serigala-kodok-dan-kerudung-merah-di-akhir-dunia/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/26/serigala-kodok-dan-kerudung-merah-di-akhir-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 13:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[kodok]]></category>
		<category><![CDATA[little red]]></category>
		<category><![CDATA[serigala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Mereka duduk di tepi sungai, menyaksikan dunia yang sepi seolah-olah seluruh kehidupan baru saja berakhir. Wajah sang serigala tampak pucat, dan gadis itu mencium dahinya pelan-pelan. &#8220;Jika kita mati di sini, mana yang akan kamu pilih? Surga atau neraka?&#8221; Gadis itu menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba lewatlah seekor kodok. &#8220;Lihat! Ada kodok&#8221; Tapi tiba-tiba kodok itu pun &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/26/serigala-kodok-dan-kerudung-merah-di-akhir-dunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=776&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mereka duduk di tepi sungai, menyaksikan dunia yang sepi seolah-olah seluruh kehidupan baru saja berakhir.</p>
<p>Wajah sang serigala tampak pucat, dan gadis itu mencium dahinya pelan-pelan.</p>
<p>&#8220;Jika kita mati di sini, mana yang akan kamu pilih? Surga atau neraka?&#8221;</p>
<p>Gadis itu menggelengkan kepalanya.</p>
<p>Tiba-tiba lewatlah seekor kodok.</p>
<p>&#8220;Lihat! Ada kodok&#8221;</p>
<p>Tapi tiba-tiba kodok itu pun mati.</p>
<p>[end]</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=776&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/26/serigala-kodok-dan-kerudung-merah-di-akhir-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU GALAU &#8230; :&#8217;(</title>
		<link>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/25/aku-galau/</link>
		<comments>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/25/aku-galau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 11:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eMina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yangketiga.wordpress.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu sedang galau? *kepo* Galau sepertinya sudah menjadi salah satu gaya hidup setiap orang. Tapi sebenarnya galau itu apa sih? Menurut soktau-nya saya, galau adalah kondisi dimana seseorang merasa terombang-ambing dengan berbagai kejadian yang sedang menimpanya karena tidak tahu atau bingung untuk menentukan sikap seperti apa sebagai akibat dari ketidak pastian yang akan terjadi &#8230; <a href="http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/25/aku-galau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=767&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/03/download.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-770" alt="download" src="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/03/download.png?w=300&#038;h=234" width="300" height="234" /></a></p>
<p>Apakah kamu sedang galau? *kepo*</p>
<p><span id="more-767"></span></p>
<p>Galau sepertinya sudah menjadi salah satu gaya hidup setiap orang. Tapi sebenarnya galau itu apa sih? Menurut soktau-nya saya, galau adalah kondisi dimana seseorang merasa terombang-ambing dengan berbagai kejadian yang sedang menimpanya karena tidak tahu atau bingung untuk menentukan sikap seperti apa sebagai akibat dari ketidak pastian yang akan terjadi di masa depan. Akibatnya, resah berkepanjangan, khawatir dengan sesuatu yang tidak jelas, kadang menjadi prasangka buruk yang menjadi-jadi.</p>
<p>Galau akan sedikit berkurang atau hilang kalau sudah mendapatkan sebuah kepastian, dalam hal apapun. Eh tapi kalau ketidak pastian waktu mati kita bisa menyebabkan galau juga gak ya? Yang jelas, kegalauan yang sering terjadi misalnya karena hubungan yang digantung si dia sehingga selalu gelisah dan berpikir “dia suka sama aku gak sih” dan lain sebagainya, atau ketika pasangan dicurigai selingkuh, atau gaji yang belum cair, atau belum mendapat pekerjaan, butuh duit, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Misalnya, ada 2 orang klien (jiaaah, klien) saya yang sedang galau saat ini. Klien pertama,  sang klien galau karena keteteran skripsi dan dihadapkan pada tumpukan kerjaan di kantornya. Bingung memilih antara fokus menyelesaikan kuliah dulu atau fokus pada pekerjaan. Dua-duanya sangat penting, antara masa depan dan mempertahankan stabilitas keuangan pribadi. Jadilah beliau galau berkepanjangan dan gelisah, tidak fokus pada apapun, dan tidak tahu harus memutuskan pilihan.</p>
<p>Klien kedua, galaunya sangat dahsyat karena pasangan diduga melirik tetangga yang lebih seksi dan rupawan sehingga tidurpun menjadi tidak nyenyak. Tiap hari didera prasangka dan rasa bimbang apakah pasangannya masih bisa setia pada dia atau malah berselingkuh.</p>
<p>Aduh. Bagaimana ini, kalau banyak yang mengeluhkan galaunya begini rupa kapan saya bisa punya kesempatan untuk bergalau ria juga? *eh*</p>
<p>Terus terang saja, saya tidak tahu (dan juga tidak bisa menjanjikan) obat untuk menyembuhkan galau. Karena galau adalah sesuatu yang kita rasakan, maka sumbernya pastilah dari otak dan cara berpikir kita sendiri. Masing-masing kondisi penyebab galau sangat unik dan memiliki penyembuhannya sendiri-sendiri, tentunya berbeda satu sama lain.  Satu petuah tidak akan manjur untuk setiap kasus galau, itupun kalau memang kita butuh trigger dari orang lain.</p>
<p>Kata teman saya, setiap kita adalah psikolog untuk diri kita sendiri. Kalaupun kita tidak mencari penyembuhan dari luar, sebenarnya ketika kita tahu diri kita dengan baik, maka diri kita sendirilah yang lebih tahu apa yang menyembuhkan galau-galau itu.</p>
<p>Buat saya, galau itu adalah kondisi peringatan pada diri saya sendiri bahwa pada saat itu saya butuh meluangkan waktu untuk hati, pikiran, dan jiwa saya sendiri. Untuk sesaat, saya berhenti sejenak dan mencoba untuk menenangkan pikiran, sampai jernih kembali sehingga bisa melihat segala sesuatunya dengan lebih jelas dan berbeda dan bisa menentukan sikap/mengambil keputusan selanjutnya. Lalu, melakukan hal-hal untuk menyenangkan diri saya sendiri. Benar-benar hanya untuk diri kita sendiri. Selanjutnya sibukkan diri dengan teman, lingkungan, pekerjaan, dan apapun yang bisa membuat energi dan pikiran kita lebih fokus pada hal lain selain masalah-masalah sumber galau tadi.</p>
<p>Luangkan waktu, dan lakukan hal-hal yang menyenangkan. Hal-hal menyenangkan yang biasanya saya lakukan adalah :</p>
<ol start="1">
<li>Menulis! Ya, ketika galau datang, maka saya pun menulis. Tidak harus menulis formal seperti para penulis pro, cukup tuangkan apa yang ingin dikeluarkan dalam buku diary misalnya, atau nge-blog, hehe. Saya biasanya curhat sangat panjang di buku harian, atau hanya beberapa kalimat makian. Tidak menyelesaikan solusi, tapi setidaknya ada pelepasan yang membuat galau tersalurkan. Menulis tidak membuat fisik kita bergerak, tapi hati kita yang bergerak, konon katanya begitu.</li>
<li>Berolahraga. Seperti yang saya tulis sebelumnya, olahraga itu menyenangkan kalau kita melakukannya dengan penuh suka cita sebagai kebutuhan.</li>
<li>Memanjakan tubuh sendiri, buat yang punya modal. Tubuh yang segar karena mandi lama dan penuh wewangian itu menjadikan lebih semangat. Lakukan perawatan apapun yang kita bisa; maskeran, luluran, apapun lah yang biasanya tidak sempat dilakukan karena kesibukan nista.</li>
<li>Keluar, dan berinteraksi dengan orang. Bukan berarti curhat, curcol menye-menye, tapi interaksi apapun dengan orang di sekitar. Misal bermain bersama anak-anak ibu kos, kumpul-kumpul sama temen satu geng dan lainnya.</li>
</ol>
<p>Dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Silahkan ditambahkan sendiri apa yang bisa membuat anda senang sehingga bisa menggerakkan hati dan pikiran.</p>
<br />  <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yangketiga.wordpress.com&#038;blog=10152911&#038;post=767&#038;subd=yangketiga&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yangketiga.wordpress.com/2013/03/25/aku-galau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cbbb149ae5d96a6bf08c99d32c5609a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">eMina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yangketiga.files.wordpress.com/2013/03/download.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">download</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
