[Resensi] Alive, 1993

Informasi lebih detail mengenai film ini bisa dilihat di sini.

Ketika saya mencari film dengan kategori disaster, Alive (1993) terselip di situ dengan sebuah premis yang awalnya terlihat biasa saja. Tapi ternyata, sampai detik akhir, saya menemukan kebalikannya. Film ini, walaupun dibuat tahun 1993 dengan visual efek yang kalah jauh dibandingkan dengan film-film sekarang, tapi ceritanya tetap memiliki kekuatan tersendiri.

Jika anda pernah menonton The Grey-nya Liam Neeson (2011), film ini agak mirip di bagian awalnya: tentang sekelompok orang (di Alive jumlah orangnya lebih banyak) yang mengalami kecelakaan pesawat terbang, terjebak di padang salju antah berantah, dan berusaha bertahan hidup. Persis sama seperti itu. Hanya saja, adegan kecelakaan pesawat di The Grey terlihat lebih epik dan menegangkan, tentunya dengan dukungan teknologi spesial efek yang sudah lebih baik. Selain itu, The Grey akan berkembang menjadi semacam film survival sekelompok orang dalam menghadapi teror ‘monster pemangsa’, sedangkan Alive benar-benar rangkaian drama psikologis (menurut saya) yang justru lebih terasa disturbing-nya.

Continue reading

Dogville : Masyarakat Yang Aneh

Image

Dogville adalah sebuah nama kota kecil (fiktif) di Amerika Serikat (dalam artian sebenarnya, sempit dan kecil) pada tahun 1930an yang hanya dihuni oleh beberapa keluarga saja. Letaknya terpisah dari kota-kota lain, sehingga jarang ada orang asing yang masuk ke kota tersebut. Para penduduk Dogville saling mengenal satu sama lain, dan dalam keseluruhannya, sekilas mereka digambarkan sebagai masyarakat yang rukun, saling tolong menolong, aman dalam keteraturan dengan norma dan etika yang dibangun oleh mereka sendiri.

Semua tampak begitu sempurna dengan kondisi idealnya, sampai ketika seorang perempuan asing berpenampilan ningrat bernama Grace datang ke kota tersebut. Dia datang sebagai seorang pelarian yang mencurigakan yang diawali dengan suara tembakan di kejauhan. Beberapa orang yang diyakini merupakan anggota sebuah gangster mengejar Grace ke kota kecil itu.

Continue reading

Flatliners [1990] – Mempelajari Kematian

Disclaimer :

Sangat dimungkinkan bahwa tulisan ini akan mengandung (banyak) spoiler. Dan saya menonton film ini pada saat kecil dulu di televisi swasta, dan belum sempat menonton lagi. Jadi ulasannya mungkin tidak akan terlalu akurat/detail.

Pernahkan anda membayangkan bagaimanakah proses kematian mendatangi seorang manusia dan apakah yang akan terjadi pada jiwa manusia tersebut setelah mati (jika memang kehidupan setelah kematian itu ada) ? Bagi para pemikir rasional dan tidak percaya terhadap Tuhan, hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah, dengan mengalaminya sendiri. Mengalami mati (atau setidaknya mendekati kondisi mati/ Near Death Experience) dan tentunya hidup kembali untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain ( mungkin akan mengingatkan anda pada buku Journey of Souls –nya Michael Newton, saya belum membacanya).

Nelson (Kiefer Sutherland), seorang mahasiswa kedokteran yang terobsesi pada penelitian tentang kematian nekat melakukan sebuah percobaan illegal nan berbahaya di sebuah ruang kampus yang dirahasiakan. Dia mengajak beberapa rekannya – beberapa diantara mereka adalah ateis, untuk membantunya melakukan percobaan tersebut. Nelson ingin membuktikan dan merasakan sendiri sensasi berada dalam kondisi ‘mati’ secara klinis dan dibangunkan kembali. Percobaan tersebut dilakukan pada malam hari dengan asumsi bahwa jika dia berhasil, maka mereka akan menjadi terkenal dan memecahkan misteri kematian. Jika tidak, maka dia akan mati.

Pada awalnya mereka berdebat karena tidak setuju dengan percobaan gila tersebut. Namun Nelson berhasil meyakinkan mereka untuk melakukan percobaan itu kepada dirinya sendiri. Dia akan disuntik sampai berada dalam kondisi koma dan mati secara klinis dalam sepersekian detik, lalu teman –temannya akan membangunkannya dengan memberikan kejutan listrik di dadanya.

Dan apakah yang dilihat Nelson dalam kematiannya ?

Continue reading

In The City of Sylvia [Review]

Pernahkah anda bertemu seseorang yang membuat anda begitu terkesan sehingga menginginkan pertemuan lainnya dan bahkan mencari orang tersebut dengan hanya mengandalkan ingatan –ingatan sekilas saja tentangnya? Jika pernah, maka film ini bisa mewakili anda mengenai pencarian tersebut dengan cerita yang amat sederhana dan visualisasi yang teramat indah.

Filmnya berjudul In The City of Sylvia (Spanyol, 2007) –judulnya membuat saya penasaran, disutradarai oleh Jose Luis Guerin, dibintangi oleh Pilar Lopez de Ayala dan Cavier Lavitte.

Ceritanya yang amat sangat sederhana, bahkan bisa terjadi kepada siapa saja, membuat saya berpikir bagaimana film berlatar belakang ringan dan sederhana ini bisa begitu indah. Mungkin minimnya dialog (bahkan bisa dibilang nyaris tanpa dialog sama sekali), suasana yang sunyi, dan detail adegan lah yang membuatnya menjadi unik dan saya merasa film ini sangat asik buat ditonton tanpa bosan sama sekali. Inilah pengalaman menonton saya di masa kini yang sangat berkesan dan tidak mudah dilupakan (biasanya film –film berkesan itu saya tonton pada masa kecil, sekarang jarang menemukan yang benar –benar unforgettable). Sepertinya karena referensi genre film saya bertambah, dan In The City of Sylvia adalah salah satu ‘coba –coba’ saya menonton film non –mainstream. And Yeah, I like it !

Continue reading

Tentang Perempuan dan Pernikahan Impiannya

Judul : Mauriel’s Wedding (Australia, 1994)

Sutradara: P.J Hogan

Cast : Toni Collete, Rachel Griffiths

 

Jaman SMA, saya menonton Mauriel’s Wedding dari sebuah televisi swasta. Sudah banyak yang disensor tentunya, dan saya belum sempat menonton ulang. Sudah banyak yang lupa sebenarnya, tapi ini salah satu film yang cukup berkesan, maklum waktu itu saya tidak banyak mengenal film dan hanya mengandalkan tivi saja.

Mauriel (Toni Collete), dalam kisah ini, seorang perempuan menuju dewasa yang tidak merasa puas dan tidak bahagia dengan hidupnya. Apa pasal? Dia gendut (walau sebenarnya ga gendut –gendut amat sih, dan sebenarnya dia juga cantik), tidak bisa masuk dalam pergaulan ‘gadis –gadis gaul’ seusia-nya, tidak pernah punya pacar, dan dianggap anak perempuan gagal oleh keluarganya.

Continue reading

Swordsman II (1992)

“Baik dan Jahat selalu bertarung di dalam setiap jiwa yang ada di muka bumi ini. Semuanya hanyalah masalah pengendalian diri. Dan Pilihan. Tidak kurang, tidak lebih” (Paulo Coelho~The Devil and Miss Prym).

Judul : Swordsman II (Hongkong, 1992)

Sutradara: Siu Tung Ching, Stanley Tong

Cast : Jet Li, Brigitte Lin, Michelle Reiss, Rosamund Kwan

Swordsman adalah film tentang pertarungan baik dan jahat. Demikian resensi film kali ini…

*bakbuk bakbuk di hajar massa*

Oke, serius.

 

Continue reading

Vanishing On 7th Street : Kegelapan Yang Membingungkan

Sejak akhirnya mengetahui cara mendownload paling gampang dan asyik di piratebay, saya keranjingan menyedot film –film yang saya sukai. Ah, okelah, ini memang bajakan, tapi mau gimana lagi? Saya mengoleksi film –film yang pernah saya tonton sekilas sewaktu masih kecil dulu dan memberikan kesan yang mendalam, jadi apa boleh buat, saya nyedot bajakan saja *mukapembajak*.

Dengan sok kerennya saya bertekad untuk mengoleksi film yang tidak mainstream. Tetapi ternyata yang disedot tetap film yang ‘sangat hollywood sekali’ berdasarkan beberapa review yang saya temukan. Haha. Tapi banyaknya berjenis ‘depressing’ sehingga ending film bisa dipastikan tragis atau menggantung (kesukaan saya banget). Nah, jadinya beberapa bulan ini saya berubah jadi tukang nonton film. Dan baru kali ini saya menulis kesan saya setelah melihat 2 buah film yang baru saya tonton kemarin. Berkesan sekali : kesan terburuk dan kesan terbaik.

Continue reading